BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Daerah lain agar tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat

Serat.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali mulai 11 hingga 25 Januari mendatang. Tiga itu wilayah meliputi Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.

“Eks karsidenan. Di antaranya Semarang Raya yakni Kota Semarang, (meliputi) Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, Kota Salatiga,” Kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis, 7 Januari 2021, kemarin.

Baca juga : Ini Sejumlah Kebijakan Menghadapi Berakhirnya Pembatasan Sosial

Bagaimana Respons Pembatasan Kegiatan Keagamaan selama Pandemi Covid-19? Ini Hasilnya

Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang diperketat

Sedangkan Solo Raya meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen. Wilayah Banyumas Raya terdiri dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Menurut Ganjar, wilayah tersebut menjadi perhatian, atas dasar pertimbangan tingkat penyebaran kasus Covid-19 yang semakin meningkat.

“Kota Semarang kenapa tinggi kasusnya? karena orang-orang di sekitar luar Kota Semarang kalau mau berobat jika fasilitas kurang cari yang lain, akan datang ke sini. Maka kalau kemudian maaf, meninggal, dicatat di sini, smbuh di sini. Tapi belum tentu orang Semarang,” ujar Ganjar menjelaskan.

Ganjar juga meminta daerah lain agar tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Ia memastikan bukan berarti daerah di luar yang diberlakukan itu bebas. Sedangkan pemberlakuan PPKM sesuai instruksi Mendagri bakal dilakukan selama dua pekan ke depan.

Menurut Ganjar kebijakan itu bukan pelarangan tapi pembatasan kegiatan. Sehingga harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sedangkan kabupaten dan kota yang lain di luar itu tetap waspada.

“Kalau lihat dinamikanya mestinya alert, maka minta teman-teman bupati wali kota lebih aktif. Kalau (zona) merah, tutup, batasi, perketat sambil diikuti dengan penegakan hukum dalam hal ini operasi yustisi,” katanya.

Berdasarkan data dari corona.jatengprov.go.id pada Jumat, 8 Januari 2021 ada 101.752 kasus orang terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Tengah.

Sebanyak 84.323 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 6.302 orang lainnya meninggal dunia dan 11.127 orang terkonfirmasi Covid-19 masih dirawat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here