BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

KNKT juga mengirim dua orang untuk pengumpulan data Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia untuk mengumpulkan rekaman transkrip percakapan antara pilot Sriwijaya Air SJ 183 dan pengatur lalu lintas angkutan udara.

Serat.id –  Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT sudah mengirimkan tim menuju ke lokasi yang diduga menjadi tempat terjadi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 183, pada Sabtu 9 Januari 2021 kemarain. Setidaknya KNKT mengerahkan tiga tim, di antaranya tiga investigator yang telah diberangkatkan lewat pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

“Menggunakaan kapal Baruna Jaya IV, tadi sore dudah pindah ke KRI Krikil bergabung bersama tim melakukan proses pencarian,” kata Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, Minggu 10 Januari 2021.

Baca juga : Helikopter Milik TNI AD Jatuh di Kabupaten Kendal Tewaskan Empat Personil

Mesin Helikopter MI-17 Milik TNI AD Kondisi Baik Sebelum Jatuh Sempat

Viral Pesawat Nyangkut di Jalan Tol, Ini Penjelasanya

Nurcahyo menyebut belum ada perkembangan hasil kegiatan tim investigaor yang dikirim itu. “Saat (penyelidikan) masih berlangsung,” kata Nurcahyo menambahkan.

Menurut Nurcahyo KNKT juga mengirim dua orang untuk pengumpulan data Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia untuk mengumpulkan rekaman transkrip percakapan antara pilot Sriwijaya Air SJ 183 dan pengatur lalu lintas angkutan udara. Selain itu juga mengumpulkan data pergerakan pesawat yang akan dikaji lebih lanjut.

“Wawancara petugas lalulintas udara yang kemarin bertugas saat terjadi kecalakaan,” kata Nurcahyo menjelaskan.

Tim KNKT juga ada yang datang ke Posko Utama Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 saat ini didirikan di terminal JICT Tanjung Priuk, di lokasi itu tim KNKT menerima beberapa komponen diidentifikasi dari dari Basarnas. Beberapa komponen itu berupa instrumen pesawat, meliputi alat pesawat alat peluncur darurt. Selain itu sejumlah komponen lain yang umumnya dari bagian ekor pesawat.

Nurcahyo mengatakan lembaganya juga mendapat tawaran dari Biro Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) Singapura untuk membantu mencari black box atau kotak hitam. Tak hanya itu, lembaga keselamatan transportasi juga sudah koordinasi KNKT Amerika yang menunjuk tim untuk membantu   investigasi Sriwijaya SJ 183.

“KNKT masih kerja sama izin dengan sejumlah pihak, ini terkait peraturan pemerintah tentang larangan warga negara asing masuk Indonesia hingga 14 Januari, jikla memungkinakan tim ini akan membantu,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here