Serat.ID | Bertutur dengan Data

Epidemolog : Vaksin Bisa Gagal Jika Angka Reproduksi Dasar Tinggi

Ilustrasi, pixabay.com

Hampir setiap daerah yang terinfeksi covid tidak di tes atau ditelusuri.

Serat.id– Epidemeolog Griffith University, Dicky Budiman mengatakan angka reproduksi dasar (basic reproduction number / R0) virus Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi berpotensi membuat program vaksinasi gagal. Hal itu bisa terjadi saat angka reproduksi di Indonesia masih berada di atas angka satu yang berarti kondisi penularan Covid-19 tinggi

“Setiap upaya yang dilakukan pemerintah untuk melandaikan kurva untuk pembatasan masyarakat itu upaya untuk menurunkan angka reproduksi dasar dibawah 1, supaya tidak terjadi pola eksponansi,” kata Dicky Budiman dalam webinar daring yang digelar Farid Nila Moeloek Society bertajuk “Proyeksi Epidemologi di Indonesia”, Minggu, 10 November 2020, kemarin.

Baca juga : Izin BPOM Belum Keluar, Vaksin Covid-19 Masih Ditahan Pemprov Jateng

Vaksin Sinovac di Jateng Diprioritaskan Untuk Tenaga Kesehatan

Masyarakat Masih Ragu Menggunakan Vaksin Covid-19

Dicky mengatakan, kondisi tersebut diperparah dengan saat ini angka positivity rate atau rasio positif kasus virus corona di Indonesia mencapai 30,4 persen. “Artinya setiap sepuluh orang yang dites, tiga orang di antaranya kemungkinan positif Covid-19,” kata Dicky menambahkan.

Ia mengingatkan angka tersebut tak bisa dipandang remeh, sebab setiap satu persen kenaikan, erat kaitannya dengan nyawa manusia. Melihat kondisi tersebut, ia mengibaratkan pandemi di Indonesia seperti tornado yang dapat memporak-porandakan.

“Hampir setiap daerah yang terinfeksi covid tidak di tes atau ditelusuri. Dengan kondisi (angka) 30 persen ini kita harus perlu bantuan digital tracing,tidak akan mampu kita, negara maju saja tidak bisa,” ujar Dicky menjelaskan.

Dicky juga mengingatkan kepada pasien tanpa gejala (asimtomatik) juga tidak menganggap remeh. Sebab ia bisa saja dapat mengalami kerusakan organ tanpa disadarinya dan berpotensi menularkan virus kepada orang lain. Bahkan, 80 persen dari total kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan tertular dari 10 persen pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

Ia juga menyebut situasi virus Covid-19 saat ini masih belum terkendali, sebab perlunya pengendalian asal muasal  penularan virus dari hewan dan penularan antar manusia. Itulah sebabnya WHO gencar mendesak negara Tiongkok untuk dapat melacak asal mula covid-19 berasal dari hewan mana.

Dicky merekomendasikan pemerintah dapat melakukan beberapa kebijakan antara lain memperketat batas pintu negara, menjalankan program vaksin dengan tetap menjalankan 3 TI atau tes, tracing, treatment dan isolasi, serta 5 M mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas.

“Adapun jika vaksinasi tidak efektif dapat digunakan terapi antiviral covid-19 dan diagnostik rapid, sembari tetap menjalankan 3 TI dan 5 M,” katanya.  

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meminta rumah sakit sementara dapat memperbesar proporsi tempat tidur yang semula 10 persen menjadi 30 hingga 40 persen. Angkah itu sebagai upaya mengatasi lonjakan kapasitas pasien Covid-19. 

“Situasi tersebut akan bertahan sampai pemerintah bisa mengatasi lonjakan kasus Covid-19,” kata Budi.

Sedangkan untuk menambah kapasitas tenaga kesehatan, ia mempermudah regulasi agar perawat yang belum memiliki surat tanda registrasi (STR) untuk diperbolehkan kerja. Dengan aturan tersebut, ia memperkirakan terdapat penambahan sekitar 10.000 perawat.

“Kami juga sedang mengkaji aturan serupa yang dapat mempermudah perizinan dokter sehingga terdapat penambahan sekitara 3 ribu hingga 4 ribu dokter,” kata Budi menjelaskan.

Budi mengimbau agar masyarakat yang bergejala ringan tidak demam dan tidak sesak nafas dapat dilakukan isolasi mandiri. Pilihan isolasi mandiri di rumah apabila pasien memiliki kondisi rumah dengan kamar yang memadai.

Ia juga menghimbau kepada pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk dapat membuat isolasi mandiri seperti layaknya wisma atlet dengan memfungsikan wisma haji atau hotel. Sedangkan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. (*)

Exit mobile version