BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Budi menyampaikan vaksin yang datang itu tiga di antaranya telah mendapatkan izin penggunaan darurat, antara lain Pfizer, Astra Zeneca, dan Moderna. Sementara satu vaksin Novavax izin penggunaan daruratnya belum keluar.

Serat.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program vaksinasi akan dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021. Dan, Presiden Jokowi menjadi penerima vaksin pertama.

“Berita baik dari BPOM akan segera menyusul terkait izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization /UEA. Pemerintah tidak akan mendahului BPOM, karena BPOM adalah lembaga independen yang secara scientific berhak untuk menentukan apakah vaksinasi itu layak atau tidak,” terangnya.

Baca juga : Epidemolog : Vaksin Bisa Gagal Jika Angka Reproduksi Dasar Tinggi

Izin BPOM Belum Keluar, Vaksin Covid-19 Masih Ditahan Pemprov Jateng

Vaksin Sinovac di Jateng Diprioritaskan Untuk Tenaga Kesehatan

Budi mengatakan, besok Selasa, 12 Januari 2021 sebanyak 15 juta bahan baku vaksin dari Sinovac akan tiba di Indonesia. Dengan bahan baku tersebut, ia memperkirakan dapat diproses oleh Bio Farma dalam jangka waktu satu bulan. 

Ia menargetkan pada awal Februari sebanyak 12 juta vaksin sudah dalam bahan jadi.

Ia juga menyampaikan kabar dari Menlu Retno Marsudi atas hasil kerja sama multilateral dengan GAVI-COVAX sukses mendapatkan vaksin gratis minimal 54 juta dosis dan maksimal 108 juta dosis.Vaksin tersebut, katanya bisa datang lebih cepat pada akhir Februari atau awal Maret.

Budi menyampaikan vaksin yang datang itu tiga di antaranya telah mendapatkan izin penggunaan darurat, antara lain Pfizer, Astra Zeneca, dan Moderna. Sementara satu vaksin Novavax izin penggunaan daruratnya belum keluar.

“Kami sekarang lagi berdiskusi dengan Menko Perekonomian jenis apa yang kita mau ambil, karena vaksin-vaksin ini bisa diberikan di atas usia enam puluh tahun,” ujarnya.

Ia mengatakan, bersama Menteri Perekonomian sudah menampung masukan terkait kejadian ikutan paskaimunisasi (KIPI). Penjelasan tersebut akan disampaikan secepatnya setelah secara keputusan  resmi keluar.

Budi mengatakan, semua program vaksinasi tersebut berada di hilir. Untuk itu,  ia meminta masyarakat agar bahu-membahu untuk membantu kebijakan  pemerintah di hulu dengan meminta masyarakat menaati protokol kesehatan memakai masker, menajga jarak, mencuci tangan, serta tidak membuat kerumunan.

“Saya kemungkinan akan sangat butuh bantuan, baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau badan usaha swasta kalau nanti ada kesulitan dalam penyaluran 420 juta vaksin ke seluruh Indonesia melalui jalur logistik dingin,” katanya.

Adapun Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito memberikan izin penggunaan vaksin Sinovac dalam kondisi darurat.

Hasil uji klinik fase tiga di Bandung dari subjek 1.600 orang, efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3 persen, sementara di Turki 91,25 persen dan di Brasil 78 persen. Angka tersebut sudah memenuhi persyaratan dari lembaga kesehatan dunia WHO minimal efikasi ialah 50 persen.

Efek samping yang ditimbulkan dari vaksin dari ringan hingga sedang. Efek samping lokal yang ditimbulkan nyeri, iritasi, pembengkakan. Sementara efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue, dan demam.  

Frekuensi efek samping dengan gejala berat yakni sakit kepala, diare, dan gangguan kulit hanya terjadi pada sekitar 0,1 hingga 1 persen.

“Efek samping tersebut yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar virtual, Senin, 11 Januari 2021.

Penny menunjukkan berdasarkan uji klinik fase tiga di Bandung, kemampuan dalam pembentukan antibodi dalam tubuh untuk membunuh atau menetralkan virus atau  imunogenisitas cukup memuaskan. Setelah 14 hari penyuntikan kemampuan vaksin membentuk antibodi sebesar 99,74 persen. Selanjutnya pada tiga bulan setelah penyuntikan kemampuan vaksin membentuk antibodi sebesar 99,23 persen.

 “BPOM telah melakukan evaluasi terhadap mutu vaksin yang mencakup pengawasan, mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar pembinaan produk mutu vaksin yang berlaku secara internasional,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here