BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

MUI ikut serta mengawal suksesnya vaksinasi Covid-19 dan meminta masyarakat mengikutinya sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Serat.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang menyatakan mendukung program vaksinasi Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co Ltd. Masyarakat pun diminta untuk mengikutinya.

“MUI Kota Semarang ikut serta menyukseskan program Vaksinasi Covid-19 Sinovac. Ini sebagai ikhtiar memutus mata rantai Covid-19 dan mempercepat kehidupan normal,” tegas Ketua Umum MUI Kota Semarang, Prof Dr KH Moh Erfan Soebahar MAg melalui siaran pers yang diterima Serat.id, Rabu (13/1/2020).

Baca juga : Kantongi Izin Darurat, Vaksinasi Dimulai Rabu

Epidemolog : Vaksin Bisa Gagal Jika Angka Reproduksi Dasar Tinggi

Izin BPOM Belum Keluar, Vaksin Covid-19 Masih Ditahan Pemprov Jateng

Dia mengungkapkan, tokoh-tokoh di Kota Semarang sudah melakukan cek kesehatan, termasuk dirinya. “Ini menjadi bukti bahwa MUI ikut serta mengawal suksesnya vaksinasi dan meminta masyarakat ikut dengan kesadaran akan langkah penting ini,” tambahnya.

Menurutnya, pro-kontra soal vaksin Sinovac ini sudah waktunya diakhiri. Sebab menjaga keselamatan jiwa (hifdzun nafs) merupakan bagian penting dari kesadaran ajaran agama yang esensial.

“Jika berlarut-larut dalam perdebatan, hanya memboroskan energi, jauh dari upaya untuk menyelesaikan pandemi ini. Kami serahkan kepada tim yang ahli soal uji klinis vaksin dan pemerintah supaya segera bertindak menyelamatkan warga bangsa ini,” tegasnya.

Adapun Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyambut baik dukungan dari MUI Kota Semarang.

’’Program vaksinasi Covid-19 sudah berjalan dan dimulai dari Pak Jokowi. Dengan vaksin ini, kita akan bersama-sama mengatasi pandemi yang berkepanjangan,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar masyarakat mengikuti program vaksinasi tersebut. “Apalagi MUI sudah mengeluarkan fatwa halal. Bersama-sama kita perangi Covid-19 dengan melaksanakan vaksinasi,” kata Hendrar Prihadi yang juga pembina MUI Kota Semarang itu.

Sekretaris Umum MUI Kota Semarang, Dr KH Amin Farih MAg mengungkapkan, beberapa alasan MUI Kota Semarang mendukung vaksinasi tersebut, di antaranya karena telah melewati proses panjang.

’’Hal ini sudah dilakukan diskusi panjang antara auditor dan Komisi Fatwa MUI Pusat sejak Oktober 2020 lalu,’’ ujarnya.

Adapun tim auditor itu adalah tim yang terdiri atas Komisi Fatwa MUI Pusat dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Pusat. Tim tersebut telah berpengalaman dalam proses audit vaksin MR.

’’Tim ini sebelumnya telah tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan, Biofarma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Mereka bersama tim lain mengunjungi pabrik Sinovac dan mengaudit kehalalan vaksin di sana,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sudah adanya keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality) dan kemanjuran (efficacy).

Sementara itu, Koordinator Komisi Kesehatan MUI Kota Semarang yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Mochammad Abdul Hakam SpPD menjelaskan, prinsipnya jajaran DKK Semarang siap melaksanakan program vaksinasi Covid-19. 

’’Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarananya. Per Selasa, 12 Januari 2021 kami sudah menerima 9.800 vial vaksin covid-19 dari Pemprov Jawa Tengah. Kini sudah ada di gudang penyimpanan instalasi farmasi dan akan segera didistribusikan ke faskes yang akan melakukan vaksinasi,” katanya.

Menurut dia, ada 37 puskesmas, 19 RS, dan satu Balkesmas siap melaksanakan vaksinasi. 

’’Sesuai arahan dari pusat, per 14 Januari, vaksinasi sudah bisa dilakukan kepada pejabat dan tokoh masyarakat, setelah itu tenaga kesehatan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here