BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Akan mangambil langkah lebih lanjut terkait dengan absenya tenaga kesehatan dari vaksin Covid-19 itu.

Serat.id – Sebanyak 70 tenaga keshatan di kota semarang mangkir saat vaksinasi pertama pada Kamis, 14 Januari kemarin. Sedangkan total tenaga kesehatan yang divaksin seharusnya 601 orangdilayani di 37 Puskesmas, tujuh rumah sakit dan satu Balkesmas di Kota Semarang.

“Saya belum menerima informasi secara detail terkait absennya 70 nakes yang sudah terdaftar vaksinasi di Kota Semarang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo dalam jumpa pers virtual, Kamis, 14 Januari 2021.

Menurut Yulianto, tenaga kesehatan yang tidak hadir itu dengan sejumlah alasan tugas yang tak bisa ditinggalkan. Ia mengatakan tenaga kesehatan yang batal divaksin pada hari kamis kemarin bisa melakukan reschedule pada hari lain. “Namanya juga Nakes. Bisa juga alasan lain, yang jelas nantinya akan dilayani,” kata Yulianto menambahkan.

Berita tekait : Vaksin Sinovac di Jateng Diprioritaskan Untuk Tenaga Kesehatan

Kantongi Izin Darurat, Vaksinasi Dimulai Rabu

Izin BPOM Belum Keluar, Vaksin Covid-19 Masih Ditahan Pemprov Jateng

Yulianto akan mangambil langkah lebih lanjut terkait dengan absenya tenaga kesehatan dari vaksin Covid-19 itu. Namun ia mengatakan akan mengklarifikasi alasan ketidakhadiran tenaga kesehatan itu. “Langkah itu bisa persuasif dan edukatif. Intinya ini represif itu paling belakang, lah,” katanya.

Ia menyebut dari jumlah 601 nakes yang telah terdaftar, ada 470 nakes yang divaksin. Sedangkan, sebanyak 61 orang ditunda karena alasan kesehatan, di antaranya tensi darah.

Tahap pertama vaksinasi anti Covid-19 di Jawa Tengah diprioritaskan bagi tenaga kesehatan Kota Semarang, Kota Surakarta dan Kabupaten Semarang. Di Kota Solo total ada 366 orang yang terdaftar hari pertama, namun yang divaksin adalah 330 orang.

Sedangkan vaksinasi di Kabupaten Semarang sempat mengalami kendala teknis. Yakni aplikasi yang berkaitan dengan pendaftaran Nakes yang akan divaksin mengalami gangguan, namun saat ini masalah tersebut sudah tertangani.

“Di Kabupaten Semarang aplikasi agak terganggu, sekarang sudah lancar. Maaf kepada teman-teman Nakes utamanya di Kabupaten Semarang. Karena ini ada perbaikan aplikasi dari pusat,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here