BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Ada kriteria unit donor darah yang bisa melakukan pengambilan plasma. Di antaranya PMI yang telah mengantongi sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB)

Serat.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, hingga minggu kemarin mencatat ada 871 orang mantan penyintas Covid-19 yang telah mendonorkan plasma konvalesen. PMI mengaku berupaya terus menambah jumlah penyintas Covid-19 di Jateng untuk mendonorkan plasmanya.

“Minggu kemarin kita sudah mencapai 871 pendonor plasma,” kata Ketua PMI Jateng, Imam Triyanto, Rabu, 20 Januari 2021.

Baca juga : Pasien Covid-19 Berhak Tahu Nilai CT dalam Tes PCR

Covid-19 Jateng, Belasan Daerah Perlu Perhatian Khusus

Puluhan ASN dan Pejabat Pemkot Semarang Positiv Covid-19

Imam menyebut telah bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI di 35 kabupaten dan kota. “Dari pengalaman, banyak yang mendapat donor plasma. Itu bisa memberikan kesembuhan bagi pasien Covid-19,” kata Imam menambahkan.

Menurut dia, ada kriteria unit donor darah yang bisa melakukan pengambilan plasma. Di antaranya PMI yang telah mengantongi sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Sejumlah PMI yang punya sertifikat itu meliputi PMI Kota Semarang, Solo, dan Banyumas.

Ada juga PMI yang melakukan pengambilan plasma dengan alat apheresis, yakni alat yang bisa secara langsung memisahkan plasma saat donor sedang berjalan. “Kemudian unit donor PMI lain itu mengakomodir penyintas di wilayahnya, menyeleksi (pendonor plasma),” kata Imam menjelaskan.

Tujuan seleksi untuk memastikan plasma yang diambil mengandung antibodi atau Imunoglobulin G. Setelah plasma mengandung imunoglobulinnya, selanjutnya antibodi imonuglobin diantar ke UDD Semarang, Solo, Banyumas untuk diambil.

“Jadi seleksi, mengakomodir, nggoleki (mencari), menghubungi rumah sakitnya, nyateti (mencatat), sampai memenuhi kriteria,” katanya.

Imam menegaskan yang paling penting kriteria pendonor merupakan mantan pasien Covid-19 yang sembuh, perempuan belum pernah hamil, termasuk batas pengambilan plasma penyintas hanya sampai sekitar enam bulan.

Ia juga mengimbau agar penyintas sembuh bersedia mendonorkan plasmanya. Menurut pengalamanya, banyak yang mendapat donor plasma bisa memberikan kesembuhan bagi pasien Covid-19. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here