BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Maraknya permainan modern seperti Game Mobile menjadi alasan mereka mempertahankan permainan tinggalan para leluhur itu.

Serat.id – Sejumlah mahasiswa jurusan ilmu komunikasi Universitas Semarang (USM), kampnyekan budaya melestarikan permainan tradisional. Maraknya permainan modern seperti Game Mobile menjadi alasan mereka mempertahankan permainan tinggalan para leluhur itu.

“Game Mobile saat ini sangat berkembang pesat di Indonesia, pada umumnya di daerah perkotaan.  Tetapi perlahan mulai merambah di daerah pedesaan seiring berkembangnya koneksi internet yang mudah dijangkau,” kata salah satu koordinator mahasiswa ilmu komunikasi USM, Novitri Vebiyani, Kamis, 21 Januari 2021 .

Baca juga : Kampung Karanganyar Setia Memproduksi Mainan Tradisonal

Hari Hutan Sedunia, Greenpeace Semarang Ajak Anak-anak Tanam Pohon

Anak-anak Menginap di Rumah Singgah Semarang Selagi Menunggu Pengobatan

Novitri mengaku mengkampanyekan permainan tradisional melibatkan sejumlah anak di RW 5 kelurahan Mangunharjo Kota Semarang, Sejak 16 januari 2021 pak pekan lalu.

Menurut Novitri, upaya melibatkan diri yang ia lakukan diharapkan mampu mengembalikan permainan tradisonal yang ada di Indonesia khususnya diwilayah Jawa masih bisa dikenal anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi terhadap anak anak tentang beragamnya permainan tradisional di Indonesia.

“Perkembangan permainan tradisonal saat ini sudah mulai perlahan hilang seiring perkembangan zaman, anak anak mulai meninggalkan permainan tradisional dan menggantinya dengan permainan modern,” kata Novitri menjelaskan.  

Tercatat ia memperkenalkan anak-anak di RW 5 kelurahan Mangunharjo Kota Semarang, tentang permainan “Lempar sandal, dan Ular naga “. sejumlah anak yang ikut berman pun mengaku senang dan tertantang.

“Ternyata permainan itu sama asiknya dengan Game online,” ujar Kamal, seoarang anak yang mengikuti kegiatan tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here