Dugaan Plagiat Rektor Unnes
Ilustrasi Dugaan Plagiat Rektor Unnes

Etika akademik dan etika penelitian telah dilanggar karena disertasi Fathur Rokhman membuat hasil plagiasi dan beberapa data lapangan yang diragukan keabsahannya.

Serat.id – Kajian Tim Akademik Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) menyebut terdapat dugaan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) bersekongkol dengan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman terkait dugaan plagiarisme yang dilakukan Rektor Unnes, Fathur Rokhman.

“Ada dugaan bersekongkol, mengabaikan hasil kajian tim DK UGM. Padahal bukti rektor Unnes plagiasi sudah kuat,” kata Tim Akademik KIKA, Abdil Mughis Mudhoffir, Selasa, 26 Januari 2021.

Berdasarkan kajian Tim Akademik KIKA, etika akademik dan etika penelitian telah dilanggar karena disertasi Fathur Rokhman membuat hasil plagiasi dan beberapa data lapangan yang diragukan keabsahannya.

“Ada pelanggaran etika akademik dan etika penelitian yang dilakukan oleh Fathur diantaranya, hak cipta dan mengambil tanpa izin dan persetujuan atau tanpa menyebut pencipta adalah pelanggaran hak cipta,” kata Abdil menambahkan.

Menurut dia, perilaku Fathur yang bersikukuh mempertahankan dalih disertasi adalah karya cipta asli justru menunjukan itikad buruk dan ketidakpahaman terhadap etika akademik, etika penelitian serta gak cipta.  

Tercatat Tim Akademik KIKA telah mengumpulkan bukti-bukti plagiasi disertasi Fathur soal penggunaan akronim, penggunaan titik koma dan salah eja seperti “varisi” dan “frase”. “Inkonsistensi ini menjadi salah satu indikasi apakah teks tersebut diproduksi satu orang atau lebih,” kata Abdil menjelaskan.

Baca juga : Kemenristekdikti Segera Selidiki Dugaan Plagiat Rektor Unnes

Unnes Berkelit Dugaan Plagiat Tak Ada

Tim EKA Mengantongi Bukti Artikel Plagiat Fathur

Dugaan disertasi Fathur Rokhman tahun 2003 telah terbukti memplagiat skripsi tahun 2001 yang disusun oleh Ristin Setyani (RS) dan Nefi Yustiani, keduanya merupakan mahasiswa bimbingan Fathur Rokhman.

Dewan Kehormatan UGM pada 9 Maret 2020 juga menyatakan disertasi Fathur Rokhman plagiat, berdasarkan analisis atas petunjuk bahasa dan analisis beberapa dokumen yang relevan. Namun Fathur Rokhmanmenyatakan tuduhan dugaan plagiasi di UGM sudah selesai dan dinyatakan tidak terbukti.

Ia berdalih telah mendapatkan tembusan surat dari Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) tertanggal 2 April 2020 yang menyatakan dugaan plagiasi yang dialamatkan padanya tidak terbukti.

“Dalam surat tersebut disampaikan bahwa Rektor UGM  telah melakukan pemeriksaan melalui Dewan Kehormatan Universitas,” kata Fathur Rokhman, saat dimintai konfirmasi.

Menurut dia, Rektor UGM juga telah membentuk ahli hukum yang menguasai hukum pembuktian dan hukum kekayaan intelektual. Berdasarkan rekomendasi hasil pemeriksaan DKU UGM dan pendapat ahli hukum. 

“Surat  Rektor UGM menyampaikan bahwa dugaan Plagiarisme dinyatakan tidak terbukti,” katanya.

Menurut dia, keputusan surat rektor UGM itu diambil setelah melakukan kajian mendalam terhadap disertasinya. “Dengan begitu masalah sudah selesai,” katanya. (*)

Video terkait : Dugaan Plagiat Rektor Unnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here