Operasi pasar diadakan untuk menstabilkan harga kedelai. Sebab, produsen tempe dan tahu itu mayoritas pengusaha mikro. Mereka selama ini mengeluhkan melambungnya harga kedelai.

Serat.id – Koperasi Produsen Tahu Tempe (KOPTI) Kabupaten Pekalongan menggelar operasi pasar kedelai sebanyak 9 ton di Unit Pelayanan Koperasi Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ketua KOPTI Kabupaten Pekalongan, Rohmah Nawawi mengatakan, operasi pasar digelar karena sebelumnya harga kedelai di pasaran naik dari semula Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per kilogram.

’’Kementerian Perdagangan menyebut penyebabnya adalah harga kedelai internasional yang meningkat akibat lonjakan permintaan dari Cina ke negara produsen, Amerika Serikat,’’ kata Rohmah Nawawi dalam siaran pers yang diterima Serat.id, Jumat, 29 Januari 2021.

Baca juga : Harga Kedelai Naik, Penjual Tempe Menjerit

Pengusaha Tahu Keluhkan Harga Kedelai Iimpor Melonjak 

Impor Asal China Mandeg, Jateng Terancam Resesi

Menanggapi keadaan tersebut, kata dia, Kementerian Pertanian, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo), Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jateng, serta Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia  (Primkopti) Kabupaten Pekalongan bertekad membantu para pelaku usaha dalam mendapatkan bahan baku dengan harga yang terjangkau.

’’Operasi pasar diadakan dengan tujuan untuk menstabilkan harga kedelai. Produsen tempe dan tahu itu mayoritas adalah pengusaha mikro. Mereka mengeluh atas melambungnya harga kedelai. Kami bersyukur pemerintah turun tangan mengatasi masalah ini,’’ tuturnya. 

Ketua Puskopti Jateng, Sutrisno, berharap dengan adanya operasi pasar kedelai ini, harapannya harga tempe dan tahu di Jawa Tengah kembali stabil. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here