BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Tetap terdapat penyaringan untuk mereka yang diizinkan divaksinasi. Sebab, diantara mereka ada yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.  

Serat.id – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menuturkan vaksinasi covid-19 untuk lansia atau yang berusia di atas 60 tahun akan dimulai Senin, 8 Februari 2021. Proses vaksinasi tersebut dijalankan setelah vaksin Coronavac dari Sinovac mengantongi izin penggunaan darurat atau UEA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Besok Senin jam 9 vaksinasi untuk orang lansia bisa dimulai dengan proritas pertama tenaga kesehatan diatas usia 60 tahun,” ujar Budi gunadi dalam konferensi pers Kemenkes yang digelar secara daring, Minggu, 7 Februari 2021 kemarin.

Baca juga : Vaksin Mandiri Menyalahi Prinsip Kesetaraan dan Keadilan

Pernah Terinveksi Covid-19 Tidak Perlu Divaksin, Ini Penjelasan Ahli

70 tenaga kesehatan Kota Semarang Tak Hadir Vaksinasi Perdana

Budi mencatat tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun sekitar 11.600 orang. Kendati begitu, tetap terdapat penyaringan untuk mereka yang diizinkan divaksinasi. Sebab, diantara mereka ada yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.  

Menurut dia jika vaksinasi bagi tenaga kesehatan tuntas, maka vaksinasi bagi lansia akan  diprioritaskan. Pasalnya, resiko lansia terkena Covid-19 rentan mendapat gejala yang berakibat fatal. Berdasarkan data Kemenkes, sekitar 1 juta pasien atau  sepuluh persen dari jumlah pasien Covid-19 ialah lansia. Adapun sebanyak 50 persen dari total jumlah kematian Covid-19 yang meninggal dunia merupakan lansia

“Sehingga (apabila vaksin bagi lansia sukses), beban yang ditanggung tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit berkurang, sehingga sebagian besar lansia bisa kita cegah untuk tidak ke rumah sakit,”  ujar Budi menambahkan.

Ia menyebut selain Coronavac, ada tiga vaksin dari luar negeri seperti Moderna, Pfizer dan AstraZeneca tiba di Indonesia akan diizinkan digunakan untuk lansia. Meski begitu ketiga vaksin tersebut tetap harus mendapat izin penggunaan darurat  dari BPOM.    

“Rencananya vaksinasi di Indonesia tidaklah berubah. Sebab, data jumlah lansia yang akan divaksinasi sudah termasuk target dari 181,5 juta penduduk,” kata Budi menjelaskan.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan izin penggunaan darurat bagi vaksin Coronavac telah disetujuinya sejak Jumat, 5 Februari lalu.

“Berdasarkan hasil uji klinis yang telah dilakukan di Tiongkok dan Brazil,” kata Penny.

Dari hasil uji klinis fase 1 dan 2 di Tiongkok yang melibatkan 400 subjek berusia lanjut untuk pemberian dua dosis vaksin dengan selang 28 hari menunjukkan hasil imunogenesitas atau kemampuan dalam menertralkan atau membunuh virus mencapai 97,66 persen.  

“Sedangkan berdasarkan hasil uji klinis fase ketiga di Brasil yang melibatkan 600 subjek berusia lansia, menunjukkan vaksin aman dan tidak memberikan efek samping serius,” kata Penny menjelaskan.

Menurut dia, efek samping umum usai divaksin gejala ringan  mulai dari tempat suntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit, dan sakit kepala.

Penny juga memberikan alternatif untuk pemberian dua dosis vaksin bagi lansia selama pandemi dengan selang 14 hari saja di situasi pandemi, sementara untuk 28 hari di luar situasi pandemi. Tujuannya, agar lansia mendapatkan antibodi lebih dini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here