Ilustrasi banjir, serat.id/dok

Diimbangi dengan bantuan kebutuhan pokok dan obatan-obatan yang bisa menunjang para pengungsi dan korban banjir.

Serat.id –  Wakil Walikota Pekalongan, Afza Arslan menetapkan status tanggap darurat banjir selama dua pekan sejak hari Minggu 7 februari  2021.  Selain itu sebanyak 3 ribu warga yang tersebar di empat kecamatan Kota Pekalongan mengungsi akibat banjir dan rob.

“Di beberapa daerah masih banjir ya, yang kaitannya dengan air buangan maupun daerah cekung di Pekalongan masih ada genangan. Mungkin dari 20 centi meter sampai 1 meter dan ada 3 ribu warga yang mengungsi,” kata Walikota Pekalongan, Afza Arslan, Rabu, 10 Februari  2021.

Baca juga : Ini Penyebab Rob di Sejumlah Kawasan, Khususnya Pantura

Toilet Adaptif Yang dirindukan Warga Kampung Langganan Rob

Waspadai Cuaca Ekstrem

Arslan mengatakan penetapan kondisi tanggap darurat yang diimbangi dengan bantuan kebutuhan pokok dan obatan-obatan yang bisa menunjang para pengungsi dan korban banjir.

Menurut Afza, banjir merendam Kota Pekalongan sejak Sabtu 5 Februari lalu akibat hujan dengan intensitas lebat yang berimbas pada meluasnya daerah banjir. ” Karena hujan terus, banjir juga belum surut sampai sekarang,” kata Arslan menambahkan.

Pemkot Pekalongan telah menyediakan 43 lokasi tempat pengungsian serta mengarahkan tim gabungan untuk mengevakuasi warga.  “Untuk evakuasi warga sudah dibantu dari relawan PMI, BPBD, TNI dan Polri,” katanya.

Tercatat sebanyak empat kecamatan di Kota Pekalongan terendam banjir dengan total 3 ribu warga yang mengungsi dari 20 kelurahan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here