Prie GS dalam lukisan kartun karya Jitet Koestana/serat.id

Sejumlah karya yang ia ciptakan mulai dari kartun bahkan naskah untuk teater hingga tulisan khas yang ia tulis.

Serat.id – Budayawan asal Kota Semarang Supriyanto atau lebih dikenal Pre GS meninggal dunia pada Jum’at, 12 Februari 2021 pagi tadi. Dia meninggal dunia karena penyumbatan jantung di umur 56 Tahun.

“Pada Rabu, 10 Februari kemarin beliau merasa sesak nafas kemudian muntah dan pingsan, lalu dilarikan ke rumah sakit Colombia,” kata Sahabat Pre GS, Maston Lingkar, kepada Serat.id, Jumat, 12 Februari 2021.

Baca juga : Kematian Dokter Akibat Covid-19 Terus Meningkat, Mencapai 130 Orang

Kematian Covid-19 Awal September Lebih Banyak dari Data Pemerintah

Lima Guru Sekolah Ini Meninggal Akibat Covid-19 Secara Beruntun

Menurut Maston rumah sakit telah mendiaknosa asam lambung yang tinggi serta ada sumbatan ke jantung.  “Dikasih obat sempat reda, sehingga malam harinya mas Pre GS bisa pulih dan dialog dengan keluarga,” kata Maston menambahkan.

Keesokan harinya almarhum meminta untuk pulang ke rumah karena merasa sudah lebih baik. “Disini gak enak, aku mau minum obat di rumah aja,” kata Maston menirukan almarhum.

Namun pada Jumat dini hari, 12 Februari almarhum kembali merasa sesak nafas, kemudian pingsan sampai meninggal, saat itu Prie GS masih di rumah sakit.

“Beliau tidak ada riwayat sakit jantung, diagnosanya penyumbatan jantung. Jadi bukan Covid-19,” katanya.

Almarhum dikenal sahabat dan tetangga sebagai pribadi yang baik. Sejumlah karya yang ia ciptakan mulai dari kartun bahkan naskah untuk teater hingga tulisan khas yang ia tulis.

Pantauan Serat.id, terlihat banyak karangan bunga berjejer sepanjang jalan menuju rumah duka. Ucapan belasungkawa dari rekan sejawat maupun pejabat seperti Wali Kota Semarang, Gubernur Jawa Tengah dan ketua KPU Kota Semarang Henry Cassandra Goeltom.

“Kang Prie GS sosok yang luar biasa memberikan pengaruh untuk Kota Semarang,” kata ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom di rumah duka.

Henry mengikuti perjalanan Prie GS beliau sewaktu menjadi kartunis, penulis hingga motivator. Hal itu menjadikan Prie GS memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Kota Semarang dan bisa merangkul semua pihak.

“Beliau sering memberikan masukan masukan positif bagi perkembangan kota ini. Terakhir bertemu saat beliau menjadi panelis di Pilwakot Semarang. Terakhir kontak saat beliau ulang tahun pada 2 Februari lalu. Sudah janji ketemuan untuk ngobrol-ngobrol lagi,”katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here