BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Mengaku kendala tekhnis

Serat.id – Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rokhman mengatakan tak sengaja mengeluarkan Profesor Bambang Budi Raharjo dari what’sApp group (WAG) Majelis Profesor kampusnya, usai mengkritik gelar kehormatan kepada Nudin Halid. Fathur mengatakan hanya kesalahan tehknis karena hanphone yang ia gunakan rusak.

“Itu hanya kendala teknis saja. Faktor ketidaksengajaan,” kata Fathur saat dikonfirmasi Serat.id, Selasa, 16 Februari 2021.

Berita terkait : Kritik Gelar Nurdin Halid, Profesor Unnes dikeluarkan Dari Grup Majelis

Fathur mengaku anggota majelis profesor Unnes yang secara tidak sengaja dikeluarkan, sudah dimasukan kembali. “Jadi gak ada masalah,” kata Fathur menambahkan.

Menurut dia, bukan hanya Profesor Bambang Budi Raharjo saja yang keluar dari grup tersebut, namun ada beberapa anggota Majelis Profesor lainya. Ia mengaku menerima pesan what’sApp dari Profesor Agus Nuryatin yang menginformasikan bahwa dirinya turut dikeluarkan dari WAG.

Dalam percakapan tersebut profesor lainnya juga bernasib sama, yakni Profesor Rustono dan Profesor DYP.

“Ternyata ada beberapa yang teremove. Sudah saya minta Ketua Majelis Profesor untuk cek. Mungkin karena data direset. HP sensitif biasa, itu masalah teknologi saja,” kata Fathur menjelaskan.

Baca juga : Dugaan Plagiat Rektor Unnes, KIKA : Ada Persekongkolan Antar Rektor

Gugatan pembebastugasan Dosen, Rektor Unnes Batal Sampaikan Jawaban

SK Skorsing Cacat Hukum, Julio Gugat Rektor Unnes ke PTUN

Terkait kritik pemberian gelar kehormatan kepada Nudin Halid, Fathur mengaku belum menerima laporan secara tertulis. Selain itu ia menilai saat ini  para profesor sibuk pembelajaran daring dan penyiapan artikel bereputasi internasional.

Terkait penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa di Unnes pada Kamis, 11 Februari lalu, Fathur berpedoman pada Peraturan Menristekdikti Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2016 Tentang Gelar Doktor Kehormatan dan Peraturan Rektor Nomor 21 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa.

Pemberian gelar kehormatan itu didasarkan kajian Program Studi Doktor Pendidikan Olahraga di Pascasarjana Unnes terhadap kinerja persepakbolaan nasional pada masa kepemimpinan Nurdin Halid dinilai memiliki kontribusi terhadap pendekatan industri dalam pengelolaan organisasi sepakbola di Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here