Website-Puslit-Arkenas/ist

Laman tersebut baru menyediakan tiga situs arkeologi masing-masing Situs Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur, Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan, dan Gua Harimau di Sumatera Selatan.

Serat.id – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) meluncurkan layanan tur virtual untuk  memudahkan masyarakat  memahami sejarah. Layanan itu bisa diakses lewat laman arkeologi turvirtualarkeologi.kemdikbud.go.id.  Laman tersebut bisa diakses pengunjung menggunakan kacamata Virtual Reality (VR).

“Tur virtual yang akan dikunjungi juga akan memunculkan informasi situs-situs yang ada di Indonesia,” ujar Fadli Harcaya, perwakilan Inovasi Media Nusantara dalam peluncuran tur virtual situs arkeologi dan animasi archi yang digelar Puslit Arkenas, Jumat, 19 Februari 2021.

Baca juga : Gereja Gedangan, Simbol Sejarah Katolik di Kota Semarang

Naskah Kuno Ini dinilai Bisa Buktikan Sejarah Terbentuknya Semarang

Sejarah Gedung Bekas Kantor SJS

Fadli mengatakan saat ini laman tersebut baru menyediakan tiga situs arkeologi masing-masing Situs Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur, Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan, dan Gua Harimau di Sumatera Selatan.

“Kunjungan tersebut cukup mudah dilakukan oleh pengunjung dengan memilih salah satu situs yang akan dikunjungi,” kata Fadli menambahkan.

Menurut Fadli, untuk perpindahan visual foto secara 360 derajat, pengunjung dapat mengunakan tombol logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Adapun Informasi objek tersebut dapat diketahui pengunjung hanya dengan menekan tombol i.  Sedangkan jika pengunjung ingin mengakses kumpulan foto maka dapat langsung menekan galeri.

Keunggulan dalam akses layanan yang disedikan itu pengunjung dapat merasakan kesan yang serupa dengan kunjungan fisik ke situs tersebut. “Tekhnologi tur virtual menggunakan kumpulan foto 360 derajat,” kata Fadli menjelaskan. 

Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, berharap keberadaan tur virtual dapat memperkenalkan peninggalan budaya nenek moyang. “Khususnya kepada para guru sekolah dan murid sekolah,” kata Totok.

Laman kunjungan tur virtual arkeologi tersebut diharapkan dapat memetik nilai keluhuran nenek moyang di masa lampau yang masih relevan hingga kini. “Anak di mana pun bisa mengenal di kawannya seberang Nusantara, maka ini bisa dapat membantu merajut persatuan dan kebangsaan kita, sejarah perspektifnya menjadi luas tidak hanya tertulis pada teks buku,” ujar Totok menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here