BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Membanjirnya arus informasi di era digital yang selama ini menyasar warga kampung, khususnya perempuan yang mudah terbawa informasi palsu

Serat.id –  Mahasiswa  Fakultas Sosiologi dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi bahaya dan dampak hoaks kepada ibu-ibu di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Kegiatan tersebut bentuk kepedulian mereka membantu upaya menghindari penyebaran berita bohong/hoax.

“Ini merupakan kegiatan yang penting bagi saya untuk menyampaikan edukasi kepada Ibu-Ibu PKK terkait dengan bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks yang masih sering ditemui di masyarakat,”  kata salah satu mahasiswa PPL Skema Khusus, Anang Kurniawan, saat sosialisasi pada Jumat 26 Februari 2021.

Baca juga : Tanggapi Hoaks, Undip Lapor ke Polisi

Bawaslu Jateng : Masih Banyak Penyebaran Hoaks Secara Konvensional

Kesadaran Masyarakat Mencari Berita Masih Minim

Anang mengaku sosialisasi bahaya hoaks  di Aula Kelurahan Mangunharjojuga melibatkan Lurah Mangunharjo, dan aparat kelurahan, dengan  peserta sebanyak 25 para ibu PKK, baik tingkat RT maupun RW.

Anang berpesan agar masyarakat dapat lebih hati-hati dalam memilih berita. “Saya kira masyarakat harus jeli dan pintar membedakan mana berita yang asli dan mana berita yang bohong atau hoaks,’ kata Anang menambahkan.

Menurut dia, sosialisasi anti hoaks penting dilakukan terkait dengan membanjirnya arus informasi di era digital yang selama ini menyasar warga kampung, khususnya perempuan yang mudah terbawa informasi palsu.  

Lurah Mangunharjo, Sugiarti mengapresiasi kehadiran mahasiswa PPL itu yang sudah berkenan memberikan ilmu dan materinya yang terkait dengan penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Penyebaran berita bohong di masyarakat, terutama di Kelurahan Mangunharjo memang perlu dicegah dan dihindari, maka kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” kata Sugiarti. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here