BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Kawasan hulu harus menjaga lingkungan dengan menggiatkan penanaman dan penghijauan.

Serat.id – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik 17 kepala daerah terpilih Pilkada 2020 di Gedung Gradhika Bhakti, jalan pahlawan, Kota Semarang, Jumat, 26 Februari 2021 siang tadi. Sejumlah kepala daerah itu  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Bupati dan Wakil Bupati Kendal dan Kabupaten Semarang dilantik secara langsung, sementara lainnya via daring.

Pelantikan secara daring di antaranya Kota Pekalongan, Kota Magelang dan Kota Surakarta. Selain itu Bupati dan Wakil Kebumen, Rembang, Boyolali, Purbalingga, Blora, Sukoharjo, Purworejo, Wonosobo, Wonogiri, Klaten dan Pemalang.

Dalam pesannya Ganjar minta agar kepala daerah bisa bijak menangani permasalahan pandemi Covid-19 dan bencana yang melanda di beberapa daerah di Jawa Tengah.

“Saya minta untuk daerah-daerah rawan bencana, segera koordinasi. Program-program yang sudah ada tinggal diteruskan, kalau perlu ada percepatan,” kata Ganjar Pranowo.

Baca juga : Tol Semarang-Demak, Solusi atau Bencana?

Banjir, Perjalanan Kereta Api di Wilayah Semarang Terganggu

Ancaman Longsor, Sejumlah Rumah di Perumahan Ini Mulai Retak

Ia menyebut sejumlah daerah seperti Pekalongan, Semarang, Demak serius dan intens menangani bencana. “Sepertinya di anggaran 2022 harus konsentrasi soal itu, suka tidak suka harus dilakukan karena kondisi emergency,” kata Ganjar menambahkan.

Menurut Ganjar kawasan hulu harus menjaga lingkungan dengan menggiatkan penanaman dan penghijauan. Sementara kawasan hilir harus mempersiapkan perencanaan penanganan bencana dengan matang.

“Seperti Kabupaten Semarang, saya tadi minta dikuatkan penghijauan di sana. Semua harus bekerja untuk mitigasi bencana, karena BMKG sudah mengingatkan kita cuaca ekstrem dan diminta semua siaga,” kata Ganjar menegaskan.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, persoalan banjir akan menjadi perhatian serius. Program-program jangka pendek akan segera dilakukan, termasuk salah satunya menambah kapasitas pompa. “Tentu program jangka panjang tetap akan difokuskan soal penanganan banjir itu,” kata Hendi

Pihaknya berjanji akan mengevaluasi persoalan tersebut dan secepatnya akan mencarikan solusi.

“Termasuk program lain, misalnya pengendalian kerusakan lingkungan serta yang tidak kalah penting adalah penanganan Covid-19,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here