BERBAGI
Musrembang anak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu 26 Februari 2021. (ist/serat.id)

“Mereka mendiskusikan persoalan yang mereka hadapi di wilayahnya sesuai dengan klaster dan memberikan usulan kegiatan dan program untuk mengatasi masalah,”

Serat.id – Pemerintah Kecamatan Gunungpati Kota Semarang mengadakan Musyawarah perencanaan dan pengembangan (Musrenbang) khusus anak membahas persoalan dan rencana pengembangan khusus anak setempat. Tercatat Musrembang khusus itu menghadirkan 30 anak didampingi Kasi Kesos Kecamatan dan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

“Anak-anak dipandu untuk melakukan diskusi, kami ikut memandu mereka dan musrembang khusus itu,” kata Direktur Pendidikan Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah, atau akrab disapa Ika, Sabtu 26 Februrai 2021 siang tadi.

Ia menyebut Musrembang anak dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan pembagian klaster dalam konvensi hak anak meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus.

“Mereka mendiskusikan persoalan yang mereka hadapi di wilayahnya sesuai dengan klaster dan memberikan usulan kegiatan dan program untuk mengatasi masalah,” kata Ika menambahkan.

Baca juga : Kepala Daerah Diminta Memihak Perempuan, Anak Dan Difabel

Jasa Perkawinan Aisha Weddings Disebut Sebagai Kejahatan Terhadap Anak dan Perempuan

Angka Perkawinan Anak Selama Pandemi Meningkat 40 Persen

Musrenbang ini diharapkan bisa mengidentifikasi kebutuhan anak-anak yang nanti nya akan disampaikan pada Musrenbang Tingkat Kecamatan, sehingga yang disampaikan perwakilan Forum Anak Kecamatan Gunungpati dalam Musrenbang Kecamatan merupakan usulan dari semua anak setempat.

Kabid PHA DP3A Kota Semarang Tegoeh Tri Adijanto menyatakan Musrenbang khusus anak di Kecamatan Gunungpati bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam memberikan ruang partisipasi anak.

Partisipasi anak adalah keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan diri nya.

“Ini dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman serta kemauan bersama sehingga anak dapat menikmati hasil atau mendapatkan manfaat dari keputusan tersebut,” kata Tegoeh.

Menurut Tegoeh, anak perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, baik di lingkungan terkecil yaitu keluarga, sekolah atau bahkan dalam rencana pembangunan daerah untuk mewujudkan kota yang layak bagi mereka.

“Di Kota Semarang wadah partisipasi anak atau yang dikenal dengan Forum Anak sudah terbentuk di Level Kota yang menamakan diri Forum Anak Kota Semarang (Fase) dan di level kecamatan,” kata Tegoeh menjelaskan.

Ia mengaku di semua kecamatan sudah terbentuk forum anak yang sudah aktif melakukan kegiatan sebagai pelopor maupun pelapor ketika terjadi kasus kekerasan disekitar mereka, mereka juga sudah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan di level Kecamatan maupun di level kota.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here