BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Total lansia dan pelayan publik di Jateng sekitar 5,3 juta. Sementara jumlah vaksin yang diterima Pemprov Jateng hanya sekitar 10 persen dari total target sasaran tersebut.

Serat.id –  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprioritaskan vaksinasi tahap kedua untuk warga lanjut usia (lansia). Dari satu juta dosis vaksin yang sudah diterima Pemprov Jateng akan diberikan untuk 500.000 lansia. Sebab, satu orang mendapatkan jatah dua kali suntikan vaksin.

Hal ini menyusul adanya kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa lansia menjadi prioritas utama. Sebelumnya, program vaksinasi untuk lansia hanya dilakukan di ibu kota provinsi.

’’Hari ini kami percepat vaksinasi untuk pelayanan publik, plus kami prioritaskan untuk lansia,’’ kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa, 2 Maret 2021.

Baca juga : Dapat Izin BPOM, Vaksin Covid-19 untuk Lansia Dimulai Hari Ini

Vaksin Mandiri Berpotensi Menggeser Prioritas Kelompok Rentan

Sistem Informasi Data Vaksinasi Covid-19, Ini Harapan Koalisi Advokasi Pelindungan Data…

Untuk itu, dia meminta semua bupati/wali kota agar menprioritaskan vaksinasi kepada lansia. “Silakan didaftar. Pasti lebih mudah karena umpama saya mencari lansia eks PNS itu gampang. TNI/Polri juga punya datanya. Kalau tidak, kelurahan atau desa juga pasti punya data lansia itu,” tegasnya.

Meski begitu, lanjutnya, tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi secara serentak dikarenakan stok vaksin yang terbatas.

“Jadi bertahap. Maka saya minta masyarakat bersabar. Sebenarnya kami jauh lebih siap, mau dikasih berapa saja vaksinnya pasti habis cepet. Tapi karena pemerintah pusat memberikan vaksin secara bertahap maka kami manut saja. Mohon maaf kepada seluruh masyarakat, sabar ya karena ini bertahap,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan, di provinsi ini ada sekitar 3,2 juta lansia. ’’Mereka menjadi prioritas bersama 2,1 juta pelayan publik yang akan divaksinasi,’’ jelasnya.

Lanjut Yulianto, adapun total lansia dan pelayan publik di Jateng sekitar 5,3 juta. Sementara jumlah vaksin yang diterima hanya sekitar 10 persen dari total target sasaran tersebut.

“Maka kalau sasaran kita ada 5,3 juta, jumlah vaksin yang sudah kami terima itu belum mencapai 10 persen. Kami mohon masyarakat mengerti dan bersabar, semua pasti akan divaksin, hanya menunggu waktunya saja karena ketersediaan vaksin memang terbatas. Vaksinasi akan terus dilakukan sampai akhir tahun, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Adapun jumlah orang yang divaksin dosis pertama, hingga hari ini total ada 302.651 orang. Sementara total yang sudah menerima vaksin dosis kedua terdapat 136.471 orang.

“Tapi data itu dipastikan terus bergerak dan hari ini data itu pasti jauh lebih tinggi, mengingat tiap hari proses vaksinasi itu dilakukan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here