BERBAGI

 Selain pengemudi angkutan umum, pimilik usaha transportasi juga semakin merugi selama pandemi Covid-19 lantaran menurunnya pendapatan hampir 80 persen.

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Organisasi Angkutan Darat ( Organda) Kota Semarang menyatakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada lebaran tahun 2021 ini semakin menyulitkan para angotanya. Pemerintah dinilai abai terhadap nasib pemilik usaha transportasi dan awak angkutan umum terkait kebijakan larangan mudik yang suda kedua kali lebaran mendatang.

“Pandemi sudah berjalan 1 tahun lebih berarti imbauan untuk tidak mudik sudah dua  kali ini. Jika pemerintah tidak hadir untuk pengusaha transportasi dan krunya ya kami menangis ini meratap,” kata Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat ( Organda) Kota  Semarang, Bambang Pranoto, Selasa 30 Maret 2021 siang tadi.

Baca juga : Warga Jateng Boleh Mudik Libur Panjang, Asal ..

Komunitas Pecinta Alam Buka Posko Mudik Camping Ground

Posko Peduli Kasih Siap Bantu Pemudik

Bambang mengatakan larangan mudik semakin memperparah nasib awak angkutan umum seperti  pengemudi. “Belum lagi pemilik usaha transportasi juga harus kasih karyawannya THR nanti,” kata Bambang menambahkan.

Manurut Bambang, selama satu tahun pandemi sopir transportasi angkatan darat seperti bus, taksi dan angkutan umum tak memiliki penghasilan dan beralih bekerja serabutan.  Selain pengemudi angkutan umum, pimilik usaha transportasi juga semakin merugi selama pandemi Covid-19 lantaran menurunnya pendapatan hampir 80 persen.

“Baik pemilik bus atau sopir semua prihatin,” kata Bambang menjelaskan.

Ia meminta agar pemerintah juga memprioritaskan sopir angkutan umum untuk mendapatkan vaksin lantaran hingga saat ini masih banyak sopir yang belum mendapatkan vaksinasi.  Bambang berharap agar pemerintah kembali menimbang ulang kebijakan larangan mudik dan mencarikan solusi agar sopir dan pemilik angkutan umum tak semakin merugi.

“Tolong carikan solusi kepada kami agar tak semakin rugi,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here