BERBAGI

Tidak secara khusus menyediakan metal detector untuk umat, karena sejauh ini screening dilakukan bagi umat yang bisa menunjukkan kartu yang menjadi identitas

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Sejumlah gereja di Kota Semarang menjalankan rangkaian ibadah Paskah sejak Jumat, 2 April hingga Minggu, 4 April 2021 mendatang. Ibadah di gereja dijaga ketat aparat kemanan, di antaranya gereja Katedral.

“Kami terus koordinasi dengan kepolisian untuk keamanan selama rangkaian Paskah. Beberapa gereja termasuk Katedral akan dijaga keamanan 24 jam dari polisi,” kata Pastor Gereja Paroki Katedral Santa Maria Perawan Ratu Rosario Randusari Semarang, Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Kamis, (1/4/2021).

Baca juga : Gereja Gedangan, Simbol Sejarah Katolik di Kota Semarang

Menteri Agama Kunjungi Malam Natal di Gereja Bersejarah Kota Semarang

Kampanyekan Toleransi, Sinta Nuriyah Sahur di Gereja Semarang

Ia mengaku tidak secara khusus menyediakan metal detector untuk umat, karena sejauh ini screening dilakukan bagi umat yang bisa menunjukkan kartu yang menjadi identitas. Selain itu gereja juga melakukan pembatasan umat, dari jumlah jemaat yang biasanya berjumlah 900, hanya 300 yang boleh hadir dalam ibadah paskah.

“Bagi umat yang tidak bisa hadir ke gereja, masih bisa mengikuti ibadah melalui siaran live streaming dari rumah masing-masing,” kata Romo Herman menambahkan.

Kabag Ops Polrestabes Semarang, A. Recky menyatakan pengamanan akan diperketat di gereja-gereja besar yang menampung jumlah umat yang banyak. “Kami akan perketat keamanan di 11 gereja selama 1×24 jam penuh,” kata Recky.

Ia menyebut personil pengamanan yang diterjunkan ada sebanyak 773 dari tim gabungan TNI/Polri. “Tim patroli dibagi 3 zona yakni zona timur, zona barat dan zona selatan. Jadi dibagi 3 regu untuk melaksanakan di masing-masing zona,” kata Recky menjelaskan.

Polisi akan menscreening ketat jika terdapat hal yang mencurigakan saat pelaksanaan ibadah perayaan Paskah.

“Kami tentu dari awal melakukan sterilisasi sehingga kalau ada orang mencurigakan sebelum dia masuk ke gereja akan diberhentikan dulu dan akan kita cek identitasnya,” kata Recky menjelaskan.

Menurut dia, umat yang diperbolehkan masuk ke gereja hanya yang sudah terdaftar dan sesuai pembagian jadwal ibadah dari pihak gereja. Mereka yang sudah diketahui identitasnya, sehingga akan sangat mudah bagi aparat yang berjaga untuk mengetahui orang yang mencurigakan.

Adapun 11 gereja yang akan dijaga ketat selama 24 jam yakni, Gereja Katedral, Gereja Keluarga Kudus, Gereja Athanasius Agung, Gereja Kerajaan Injil, Gereja Theresia.

“Kemudian Gereja St. Mikael, Gereja Immanuel (Blenduk), Gereja Katolik Santo Yusuf, Gereja Alfa Omega Tengah, Gereja St. Maria Fatima dan Gereja Santo Ignatius Loyola,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here