BERBAGI

Di tiga pusat UKM lokal yakni Pasar Ikan Hias Kota Semarang, Pujasera Simpang Lima, dan Food Fair Ciputra yang dapat dinikmati masyarakat selama 4 hingga 10 April 2021

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id –  ShopeePay  menggandeng  para pegiat usaha kecil menengah lokal mengembangkan bisnisnya lewat program ShopeePay Semangat Usaha Lokal. Langkah itu dilakukan lewat sejumlah promo sebagai menstimulasi bisnis UKM lokal.

“Promo cashback dihadirkan di berbagai merchant seluruh kota Semarang dan khususnya cashback spesial 60 persen di tiga pusat UKM lokal yakni Pasar Ikan Hias Kota Semarang, Pujasera Simpang Lima, dan Food Fair Ciputra yang dapat dinikmati masyarakat selama 4 hingga 10 April 2021,” kata Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari, dalam keterangan resmi, selasa, 6 April 2021  

Baca juga : Ini Langkah Asperindo Hadapi Pertumbuhan Industri e-Commerce

Menengok Produk Unggulan UMKM Semarang di UMKM Galeri

Mahasiswa KKN Undip Bantu UKM daftarkan P-IRT

Eka menyebut program itu hadir sebagai upaya ShopeePay untuk merangkul para pegiat UKM lokal dalam meningkatkan visibilitas dan menjangkau lebih banyak konsumen dengan memaksimalkan fitur serta manfaat dari layanan pembayaran digital ShopeePay.

“Program Semangat Usaha Lokal merupakan solusi dari hulu ke hilir yang ShopeePay hadirkan untuk menyokong pertumbuhan ekonomi lokal selama pandemi dan pemerataan akselerasi inklusi keuangan di tanah air,” kata Eka menambahkan.

Menurut dia, UKM di Kota Semarang sengaja digandeng, dengan pertimbangan sebagai salah satu kota berkembang dan menjadi wilayah penyangga ekonomi bagi Provinsi Jawa Tengah. “Kami  ingin memacu ekonomi lokal bisnis UKM untuk bangkit kembali di tengah pandemi,” kata Eka menjelaskan.

Ia mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah yang menunjukkan 4,1 juta UKM di Jawa Tengah, namun 51 persen  di antaranya mengalami kendala dalam pemasaran.

Pendiri dan Pembina Komunitas Ruang Hebat, Hevearita G. Rahayu, mengatakan sebagian besar UKM yang ada belum memahami pemanfaatan ekosistem digital untuk pengembangan bisnis. “Terutama situasi pandemi yang masih belum berakhir,” kata Rahayu.

Wakil Wali Kota Semarang yang akrab disapa mbak Ita ini mengatakan kerja sama  salah satu E-Commerce  mampu menjadi pendorong bisnis UKM dan mendorong masyarakat agar semakin familiar dengan transaksi digital.

“Kami ingin menanamkan visi bahwa bisnis lokal UKM juga bisa bersaing dan naik kelas dengan strategi yang tepat serta beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ita.

Saat ini lembaga UKM yang ia bina diberi  berbagai pelatihan tentang pemasaran produk, pemanfaatan berbagai layanan digital, hingga  hingga berkolaborasi langsung untuk mempromosikan produk melalui kanal media sosial dan website bernama Tombakita. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here