Kampus Lain Gelar TBK menggunakan protokol kesehatan Ketat

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Universitas Diponegoro menyatakan tak mau terburu-buru menggelar uji coba Perkuliahan Tatap Muka (PTM). kampus itu mengacu pada beberapa pertimbangan penting.

‘’Di antara yang menjadi pertimbangan kita adalah, staf kita sampai minggu kemarin itu masih ada yang positif Covid-19, juga dua minggu yang lalu, ada yang meninggal dunia, seperti almarhum Prof Miyasto (Guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis-Red) karena Covid-19,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof Budi Setiyono, Senin, 12 April 2021

Budi mengatakan untuk meminimalisir risiko dari PTM, Undip akan memastikan semua dosen dan tenaga kependidikan telah menerima vaksinasi. Tak hanya itu, Budi juga  menyarankan agar mahasiswa yang mau mengikuti perkuliahan secara tatap muka juga  dipastikan sudah divaksin.

Baca juga : Mengintip Pola Pembelajaran saat Pandemi dari Negeri Paman Sam

Ini Alasan Mahasiswa Unnes Minta Uang Kuliah Tunggal dikembalikan

Dikeluhkan Biaya Kuliah Mahal, Ini Klarifikasi Undip

 Menurut Budi, Undip kemungkinan akan mengelar kuliah tatap muka bentuk penerapan model pola pembejaran sistem ganjil genap. Sistem tersebut akan mengurangi kepadatan dan kerumuman dalam proses kuliah tatap muka, sebab memakai nomor induk mahasiswa yang dimilki,

“Misalnya saat nomor genap PTM maka yang genap bisa mengikutinya secara online. Begitu pula sebaliknya,” ujar Budi menambahkan.

Meski begitu ia mengatakan ada kemungkinan pelaksanaan kuliah tatap muka dapat digelar Undip pada Juli mendatang. Namun sambil menunggu detail petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu Undip akan mengkaji Uang Kuliah Tunggal (UKT) terkait pelaksanaan perkuliahan saat ini. Kebijakan UKT akan dibuat dengan mempertimbangkan masukan dari mahasiswa.

Kampus Lain Gelar TBK menggunakan protokol kesehatan Ketat

Sementara itu Pelakasanan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)- Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Semarang (Unnes)  menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Tercatat sebanyak tiga gedung dengan 23 ruangan digunakan untuk UTBK-SBMPTN.

Setiap ruangan serta kelengkapan ujian yang digunakan di Unnes telah disterilisasi terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Peserta UTBK-SBMPTN di UNNES ada 11.718 peserta, dengan rincian peserta Saintek sebanyak 4.089, Soshum 6.837, dan campuran 792 peserta,” ujar  Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Semarang, Prof Dr Zaenuri.

Zainuri menjamin ruangan tes telah memiliki sirkulasi udara yang baik dan dalam antren para peserta menjaga jarak satu meter. Unnes turut juga menyediakan kursi tunggu berjarak, serta jalur masuk dan keluar ruang tes yang berbeda. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here