“Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku tidak dibenarkan dan sangat menyayat hati para tenaga kesehatan yang sudah berjuang dengan segenap hati untuk melayani yang terbaik,”

perawat tenaga medis
Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Federasi Serikat Pekerjaan Farmasi dan Kesehatan Reformasi minta agar aparat penegak hukum menindak pelaku penganiaya perawat sebuah rumah sakit swasta di Palembang. FSP Farkes Reformasi sangat menyesalkan dan mengecam keras perbuatan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan perawat itu.

“Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku tidak dibenarkan dan sangat menyayat hati para tenaga kesehatan yang sudah berjuang dengan segenap hati untuk melayani yang terbaik,” kata Ketua Umum FSP Farkes Reformasi, Idris Idham,  dalam pernyataan resmi, yang diterima serat.id, Sabtu 17 april 2021.

Baca juga : Lagi, Seorang Perawat di RSUP Kariadi Positiv Covid-19 Meninggal

Tenaga Kesehatan Kembali Terpapar Covid-19, Kali Ini Menimpa RSUD Purworejo

Kenang Tenaga Kesehatan, Relawan Lapor Covid-19 Luncurkan Pusara Digital

Idris sangat menyesalkan perbuatan oknum keluarga pasien yang main hakim sendiri melakukan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan khususnya perawat .

Menurut Idris, setiap pekerjaan apapun itu pasti semua ada SOP nya, apalagi ini Perawat, mereka menghadapi nyawa manusia pasti sudah sesuai prosedural dibidangnya.

“Tenaga Kesehatan termasuk Perawat merupakan pekerjaan mulia, dan mereka itu tugasnya sudah jelas menolong pasien, bukan menyakiti pasien”, kata Idris menjelaskan.

Saat Pandemi Covid 19 merekalah tenaga kesehatan termasuk Perawat, merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, dan bahkan selama pandemi ini banyak perawat atau tenaga medis lain dikucilkan oleh masyarakat karena takut tertular, dan bahkan banyak tenaga kesehatan yang tumbang dalam menghadapi virus corona tersebut.

“Tetapi mereka masih saja diperlakukan kasar oleh oknum pelaku, ini sangat menyayat hati para tenaga kesehatan,”kata Idris menambahkan.

Menurut Idris Idham, apapun yang terjadi sebenarnya bisa di diskusikan terlebih dahulu, tidak main hakim sendiri dengan memukul atau menendang korban.  

Idris meminta kepada Aparat Hukum untuk menindak tegas oknum pelaku kekerasan terhadap perawat yang terjadi di rumah sakit swasta di Palembang.

Tercatat seorang perawat seorang perawat perempuan di rumah sakit swasta di Palembang, Sumatera Selatan, berinisial CRS dianiaya keluarga pasien. Aksi penganiayaan itu pun viral di media sosial.

Dalam Video yang diapload @perawat_peduli_palembang menunjukkan korban ditendang oleh pelaku, meski telah dilerai oleh sejumlah koleganya dan satuan pengamanan yang masuk ruang perawatan. Bukan itu saja, perawat itu juga dijambak meski telah dilerai.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam di bagian wajah setelah dianiaya oleh keluarga pasien. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here