Survei MarkPlus di tahun 2020 menunjukkan peningkatan signifikan hingga sebanyak 82 persen

kelapa sawit
Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Penggunaan minyak sawit didunia semakin tinggi, hal itu mengacu  survei tahun 2015 oleh Daemeter yang menunjukkan 71 persen konsumen bersedia beralih konsumsi ke produk-produk menggunakan minyak sawit berkelanjutan. Dari jumlah itu, 27 persen di antaranya bersedia membayar lebih mahal.

Sedangkan survei MarkPlus di tahun 2020 menunjukkan peningkatan signifikan hingga sebanyak 82 persen konsumen bersedia beralih konsumsi ke produk-produk yang menggunakan minyak sawit berkelanjutan dan bersedia membayar kenaikan harga antara Rp1.200 hingga Rp6.700 untuk produk-produk yang menggunakan minyak sawit berkelanjutan.

“Meningkatnya kesediaan masyarakat yang signifikan ini perlu dijawab oleh pelaku industri dengan menunjukkan dengan jelas produk-produk yang menggunakan minyak sawit berkelanjutan, melalui penggunaan ekolabel,” kata Aditya Bayunanda, Head of Footprint and Market Transformation, WWF Indonesia, dalam pernyataan resmi yang diterima Serat.id, Kamis, 22 April 2021.

Baca juga : Hasil Survei Buktikan Generasi Muda Peduli Lingkungan

Sensasi Kongkow di Angkringan Kampung Jawi Nan Klasik dan Ramah Lingkungan

Perempuan diajak Bisnis Dengan Bahan Ramah Lingkungan

Aditya mengatakan sudah saatnya pelaku industri menjawab permintaan pasar tentang produk sawit berekolabel. Sedangkan perusahaan ritel saat ini memiliki peran yang tak kalah penting dalam mewujudkan pola konsumsi cerdas di Indonesia untuk menghadapi permintaan pasar yang semakin tinggi.

Tercatat keberadaan minyak sawit di berbagai produk yang dikonsumsi sehari-hari, seperti alat kebersihan pribadi, makanan, kosmetik, hingga perlengkapan rumah tangga, sepatutnya mampu mendorong masyarakat untuk dapat menyuarakan aspirasi mereka untuk dapat memilih produk-produk sawit berkelanjutan dengan mudah di pasaran.

Mewakili konsumen muda, Dilla Hadju mengajak masyarakat dari berbagai lapisan untuk meminta pelaku industri dari hulu ke hilir untuk menyediakan pilihan produk-produk sawit berkelanjutan yang berekolabel.

“Konsumen cerdas dapat terwujud jika pilihan produk sawit berekolabel sudah banyak ditemui di pasaran,”kata Dilla.

Menurut dia, menjadi konsumen cerdas juga berarti menyuarakan permintaan baik secara langsung maupun tidak langsung atas kehadiran pilihan tersebut sehingga konsumsi produk-produk sawit berkelanjutan akan lebih mudah bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Tercatat ‘Beli Yang Baik’ Sustainable Consumption and Production Expo digelar oleh Yayasan WWF Indonesia untuk menunjukkan berbagai inisiatif dan gagasan mengenai produksi dan konsumsi berkelanjutan, melalui pameran produk secara luring dan daring, berbagai kegiatan virtual seperti talk show dan workshop, dan peluncuran situs web beliyangbaik.org yang menampilkan rekomendasi berbagai produk yang dinilai telah memenuhi kriteria minimum berkelanjutan.

Untuk mendorong konsumsi minyak sawit berkelanjutan, WWF sedang kampanye Beli Yang Baik berfokus pada pengarusutamaan informasi dan pemahaman tentang praktik produksi kelapa sawit yang berkelanjutan dan aksi konsumsi bertanggung jawab. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here