“Saat itu warga dalam posisi duduk sambil bersholawat. Hingga akhirnya aparat tetap memaksa masuk termasuk menggunakan kekerasan,”

Kekerasan, serat.id
Ilustrasi kekerasan (foto pixabay.com)

Serat.id – Aparat kemanan terdiri dari polisi dan tentara telah melakukan tinfakan represif terhadap warga Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kejadian kekerasan terhadap warga terjadi pada hari Jum’at siang 23 April 2021 saat warga memprotes tambang di kampungnya.

“Awalnya sekitar jam 11 aparat mendatangi desa Wadas menggunakan beberapa mobil salah satunya mobil dengan muatan banyak. Kedatangan mereka terkait dengan rencana sosialisasi pemasangan patok untuk keperluan penambangan batuan andesit yang masih satu kesatuan dengan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener,” kata pendamping warga, Abdul Malik, saat dihubungi serat.id.

Berita terkait : Tolak Pertambangan Batuan Andesit, Warga Purworejo Datangi Polres

Penambangan Batu Andesit di Purworejo diadukan ke Ombudsman

Menurut Malik dalam mobil tersebut ada banyak aparat kepolisian dan TNI membawa senjata. Sedangkan warga menghadang dengan menutup jalan menggunakan batang pohon yang kemudian oleh aparat memaksa masuk termasuk dengan menggunakan gergaji mesin.

“Saat itu warga dalam posisi duduk sambil bersholawat. Hingga akhirnya aparat tetap memaksa masuk termasuk menggunakan kekerasan,” kata Malik menambahkan.

Menurut dia, kekersan dilakukan aparat dengan cara menarik, mendorong dan memukul warga termasuk ibu-ibu yang sedang bersholawat paling depan. Bentrokan pun tak terhindarkan antara aparat dengan warga yang didampingin mahasiswa.

Tak hanya melakukan kekerasan, aparat polisi dan TNI juga  menangkap mahasiswa yang bersolidaritas dengan warga. Kejadian itu membuat warga mundur saat aparat menggunakan tembakan gas air mata.

Tak hanya itu, sekitar jam 11.47 Julian, PBH LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum warga Wadas, dikerubung polisi hingga  akhirnya dia juga ditarik paksa, dengan cara tak manusiawi.

“Rambut dijambak. Ada beberapa warga, mahasiswa dan kuasa hukum warga yang ditangkap,” kata Malik menjelaskan.  Tercatat ada 11 warga dan mahasiswa  yang ditangkap sedangkan 9 orang lain dilaporkan luka (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here