Pasien long Covid tetap dapat melakukan kegiatan produktif seperti sediakala

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi stress bagi pasien yang mengalami gelaja beberapa bulan setelah terinfeksi Covid-19 atau pasien long Covid-19 . Salah satunya dengan mengatur manajemen stress.

“Pasien harus melakukan pikiran alternatif, kondisi fisik pasti akan kembali membaik dengan mengatur makan, istirahat dan olahraga. Semua ini memerlukan proses dan waktu, sehingga kecemasan dan kesedihan akan berkurang,” ujar dokter spesialis kedokteran jiwa  di RS Ken Saras Semarang, Hang Gunawan Asikin, saat seminar “Dampak Psikologis Pada Penyintas Covid-19 (Long Covid), Jumat, 23 April 2021 kemarin.

Baca juga : Puluhan Pasien Covid-19 Tak Terlayani Rumah Sakit, Empat Di Antaranya Meninggal

Rumah Sakit Daerah Kekurangan Tempat Tidur Khusus Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 Berhak Tahu Nilai CT dalam Tes PCR

Hang menyebut cara lain bagi pasien long Covid untuk mengatasi stress ialah melakukan teknik penstabilan emosi seperti relaksasi yoga, mengikuti kegiatan yang digemari, serta latihan pernafasan. Ia juga menyarankan agar mereka tetap menjalin  komunikasi dengan lingkungan sekitar.

“Terkoneksi dengan orang-orang terdekat berarti kita jgua memperoleh dukungan, sehingga kualitas hidup jadi lebih bermakna,” kata Hang menambahkan.

Menurut Hang, pasien long Covid tetap dapat melakukan kegiatan produktif seperti sediakala. Namun, ia mengingatkan agar melihat kemampuan tubuhnya. “ Jika memang butuh bantuan penanganan psikologis karena aktivias sehari-hari sudah terganggu, jangan sungkan untuk berkonsultasi ke psikiater,” ujar Hang menjelaskan.

Ia mengacu penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan paling banyak mengalami gejala long covid diderita oleh  usia 18 tahun hingga 24 tahun sebanyak 56,2 persen,  dikuti usia 25 tahun hingga 49 tahun sebanyak 48,9 persen. Selain itu usia 50 tahun hingga 64 tahun 39,1 persen, serta usia 65 tahun ke atas 29,3 persen.

Menurt Hang, kondisi psikologi lebih sering ditemui pada pasien long Covid dibanding kondisi neurologis. “Kondisi psikologis meliputi depresi, kecemasan, ganguan mood, gangguan stres pascatrauma atau PTSD,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here