Memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengemudi travel gelap dan masyarakat pengguna jalan agar menunda mudik lebaran pada tahun ini

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id – Satlantas Polrestabes Semarang tak segan kandangkan travel gelap yang melanggar aturan saat menjelang larangan mudik yang mulai berlaku 6 Mei mendatang. Saat ini satuan lalu lintas itu sedang mendata dan penertiban travel gelap di beberapa titik di Kota Semarang.

“Penertiban ini bekerjasama dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai penegakan aturan larangan mudik yang telah diberlakukan sebelumnya,” kata Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKB Sigit, Kamis 29 April 2021 sore tadi.

Baca juga : Larangan Mudik, Organda Kota Semarang : Kami Menangis Dan Meratap

Tiga Pemudik Di Jateng Positif Covid-19, Ribuan Keluarga Mudik Lebih Awal

Korban Meninggal Kecelakaan Mudik 2019 Naik Dua Kali Lipat

Selain melakukan pendataan dan penertiban, Satlantas Polrestabes Semarang juga memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengemudi travel gelap dan masyarakat pengguna jalan agar menunda mudik lebaran pada tahun ini.

“Ini bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19,” kata Sigit menambahkan.

Menurut Sigit, masa pengetatan mudik atau Pra mudik 2021 telah dimulai sejak tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021 menuju pada masa pelarangan mudik tanggal yaitu pada 6 hingga 17 Mei 2021. Selama pra-mudik pihaknya akan terus menggencarkan penertiban dan pengecekan pada travel-travel gelap beserta penumpangnya.

Penertiban dan pengecekan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi travel-travel yang membawa penumpang dari luar kota.

“Kami cek satu persatu travel-travel yang membawa penumpang dari luar kota, misal ada penumpang yang positif akan langsung kita serahkan pada Dinas Kesehatan dan kalo ada travel gelap yang tidak sesuai aturan kita langsung kandangkan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Sigit menegaskan.

Dalam kegiatan penertiban dan pengecekan yang dilakukan petugas gabungan sore tadi berhasil terjaring sejumlah 3 mobil  travel yaitu 1 mobil travel plat hitam jurusan Yogjakarta di sekitar Bubakan Semarang, 1 mobil travel plat hitam jurusan Wonosobo di sekitar Sukun Banyumanik dan 1 mobil travel jurusan Kota Semarang di sekitar Terminal Banyumanik.

Moko, seorang pengemudi travel jurusan Kota Semarang, mengaku membawa penumpang yang di oper dari  angkutan bus. Ia mengatakan hanya menggunakan masker saja tanpa perlu menunjukkan surat keterangan negatif untuk para penumpangnya.

“Cuma pake masker aja Pak, Kalo penumpang kan dari bus jadi saya juga ndak tau Pak positif apa ndak,” kata Moko, saat ditanya petugas mengenai protokol kesehatan yang diterapkan pada para penumpang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here