Telah melalui uji laboratorium berulang kali dan uji pasar

Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id –  Temuan tekhnologi D’ozone dan Zeta Green sebagai pengawet sayuran dan penjernih udara karya dosen Universitas Diponegoro (Undip) mulai diproduksi  oleh PT Dipo Technology, sebuah perusahaan manufaktur partner  Center for Plasma Research Fakultas Sains dan Matematika Undip.

PT Dipo Technology sekaligus pabrik produksi yang berada di Kawasan Industri Candi Semarang, menjadi bukti nyata hasil riset perguruan tinggi telah memasuki tahap produksi massal.

“Zeta Green, alat penjernih udara yang mampu membunuh bakteri, virus dan jamur dalam ruangan tertutup dan berpendingin udara. Seaozone berfungsi untuk memperpanjang masa simpan hingga 16 hari dengan suhu 2-8° Celcius,” kata Direktur PT. Dipo Technology, Azwar,  Jum’at, 30 April 2021.  

Baca juga : Cara Kreatif Mahasiswa Undip Gelar KKN

Genteng Inovasi Karya Mahasiswa Undip Raih Medali Emas di Jerman

Kualitas Air Memburuk, Ratusan Ikan di Waduk Kedung Ombo Mati

Sebenarnya Medical Ozone Generator atau M’Ozone digunakan untuk mengobati luka luar yang susah mengering pada penderita diabetes. Ketiga inovasi yang disebutkan di awal yaitu D’ozone, Zeta Green dan Seazone telah melalui uji laboratorium berulang kali dan uji pasar.

“Di sinilah peran Dipo Technology mulai dari proses uji laboratorium, melakukan uji pasar, memikirkan desain produk, hingga memasarkannya,” kata Azwar menambahkan.

PT. Dipo Technology atas hasil riset dari perguruan tinggi yang belum terlihat dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun dengan hasil riset teknologi plasma yang menghasilkan D’ozone ini, dinilai bisa menyelamatkan para petani Indonesia dari kerugian ekonomi, khususnya pasca panen.

Azwar melihat peluang bahwa D’ozone ini bisa dimanfaatkan petani hingga pelosok negeri. “Kami melihat masyarakat petani harus kita tolong, harus kita bantu. Kalau bisa kita jangan impor karena petani ini punya power yang cukup besar,:” katanya.

Menurut dia, ketika produk petani bisa bertahan selama satu minggu saja sudah sesuatu yang sangat berharga. Alasan lain mengapa Dipo Technology tergerak untuk mendampingi karena melihat belum ada pesaing yang memasarkan produk berdasarkan hasil riset perguruan tinggi.

Azhar menegaskan perguruan tinggi dan perusahaan atau pelaku industri harus bergandengan tangan agar hasil riset dapat digunakan secara luas. Pemerintah daerah dan pusat perlu terlibat mengarahkan  petani menggunakan teknologi plasma ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here