Platform media sosial itu juga  mendorong permintaan penggunaan internet dan menurunkan biaya konektivitas

facebook,
Ilustrasi, pixabay.com

Serat.id –  Facebook telah menjalin kolaborasi bersama sejumlah mitra di dunia mencari teknologi baru, model bisnis, dan kemitraan untuk menghubungkan lebih banyak orang dengan jaringan internet yang lebih cepat. Lewat program Facebook Connectivity, platform media sosial itu juga  mendorong permintaan penggunaan internet dan menurunkan biaya konektivitas,

“Termasuk mengoptimalkan investasi jaringan, serta menghubungkan pendekatan baru untuk infrastruktur jaringan telekomunikasi,” kata Connectivity Technologies and Ecosystem Manager, Facebook, Bryan Tan, dalam keterangan resmi, Rabu 5 Mei 2021.

Baca juga : Manfaatkan Tekhnologi Informasi Sebagai Media Pembelajaran Ilmu Sosial

Konsumen Korban Kebocoran Data Berhak Minta Ganti Rugi

Kesadaran Masyarakat Mencari Berita Masih Minim

Menurut Bryan, pada selasa kemarin Facebook Connectivity juga menggelar seminar bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Jakarta Smart City (JSC) untuk membahas tentang pentingnya konektivitas yang andal dan terjangkau bagi masyarakat di wilayah perkotaan.

Bryan menyebut lembaganya telah menunjuk The Economist Intelligence Unit untuk mengukur Indeks Internet Inklusif 2021. Sedangkan studi The Economist Intelligence ini melaporkan 66 persen keluarga di Indonesia pengguna internet, angka itu lebih tinggi dari negara-negara di Asia yakni 59 persen.

“Namun, keterjangkauan masih menjadi halangan dalam penggunaan internet,” kata Bryan menjelaskan.

Tercatat di Indonesia, rata-rata biaya 1GB data seluler prabayar adalah 1,2 persen dari Pendapatan Nasional Bruto (PNB), biaya itu lebih tinggi dari negara-negara tetangga. Data ini menunjukkan akses internet yang cepat dan terjangkau masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama ketika permintaan koneksi internet sangat tinggi.

Salah satu mitra dari Facebook Connectivity, BaliTower, mengatakan, koneksi internet yang cepat dan terjangkau memang menjadi kebutuhan bagi masyarakat di wilayah perkotaan.  Hal itu menjadi alasan ikut berpartisipasi dalam program Jak Wi-Fi.

“Kami melihat bahwa pembelajaran jarak jauh di kala pandemi menjadi suatu kebiasaan baru, sehingga kebutuhan terhadap akses internet yang cepat dan dapat dipercaya memegang peranan yang penting,” kata BaliTower Head of Sales – Government Sector, Osman Tampubolon.

Hasil pengamatan BaliTower menunjukkan traffic penggunaan internet yang cukup tinggi pada masa sebelum pandemi terjadi pada malam hari. “Namun, dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan internet selalu tinggi dari pagi hingga malam,” kata Osman.

Ia berharap produk BaliFiber yang tersebar di berbagai kota dapat memberikan solusi akan kebutuhan internet yang cepat dan stabil dengan harga yang terjangkau. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here