Kurangnya monitoring dan pengawasan menjadi salah satu penyebabnya

Serat.id – Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menilai insiden terbaliknya perahu di kawasan wisata danau Kedung Ombo desa Kemusu, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Sabtu 15 Mei 21 sebagai bukti keselamatan wisata danau masih terabaikan.
Menurut Djoko kurangnya monitoring dan pengawasan menjadi salah satu penyebabnya. “Sungguh tragis, pengelola pariwisata danau atau waduk tidak memperhatikan faktor keselamatan penumpang,” kata Djoko Setijowarno, kepada serat.id Rabu 19 Mei 2021 .
Berita terkait : Petaka Wisata Lebaran Kedung Ombo, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Petaka Wisata Lebaran Kedung Ombo, Pengemudi Perahu Masih Bocah
Petaka Wisata Lebaran di Kedung Ombo, Tim Sar Masih Mencari Dua Korban
Moda transportasi wisata air, termasuk di danau seharunya wajib menggunakan baju penolong atau life jacket bagi penumpang perahu. “Pada kejadian itu belum sepenuhnya ditaati,” kata Djoko menambahkan.
Selain itu ia menilai kurangnya monitoring dan pengawasan menjadi salah satu penyebab petaka yang menimbulkan sembilan orang tenggelam. Padahal, ia menegaskan pariwisata tidak hanya menjadi target PAD, namun perhatian hal keselamatan jangan sampai terabaikan.
Djoko merekomendasikan perlunya penanganan khusus tentang pentingnya mengantisipasi musibah bagi masyarakat sekitar kawasan waduk Kedung Ombo. Di antaranya pentingnya life jacket yang seharusnya tersedia bagi warga. Termasuk Surat Ukur, Pas Sungai dan Danau, Sertifikat Garis Muat Kapal, Dokumen Pengawasan Kapal, serata Surat izin berlayar berkait keberadaan operasi perahu. Keberadaan dokumen tersebut sangat dinanti masyarakat Kedung Ombo untuk operasional keseharian menggunakan perahu.
“Karena karena masih minim pemahaman keselamatan. Meski tidak pernah ada warga setempat yang tenggelam namun pengadaan baju penolong sangat diperlukan,” kata Djoko menegaskan.
Sedangkan keberadan perahu di Kedung Ombo sangat penting untuk mata pencaharian warga setempat sebaga petambak keramba dan usaha warung apung.
Tercatat sebuah perahu wisata terbalik di waduk kedung ombo kawasan Kemusu Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Sabtu 15 Mei 21 siang tadi. Akibat kejadian tersebut, 20 penumpangnya tenggelam, 11 orang di antaranya langsung diselamatkan sedangkan 9 penumpang lainnya hilang.
Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB perahu wisata dengan 20 Person On Boat (POB) berangkat menuju warung makan apung Dukuh Bulu Desa Wonorejo Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali. (*)