Kartun lucu yang bagus adalah lucu tanpa menyakiti. Karena lucu itu tidak harus merendahkan orang lain.

Serat.id – Tiyok Black merupakan seorang kartunis asli Semarang kelahiran 31 Mei 1973. Ya, Tiyok Black adalah nama panggungnya yang ia dapat dari teman-temannya. Nama aslinya ialah Kustiono.
Saat masih bersekolah di bangku SMP ada seorang guru yang namanya sama dengannya. Sang guru meminta nama depan “kus” untuk Pak Kus dan nama belakang “tiono” untuk memanggil Tiyok saat itu. Dari SMP itulah hingga SMA dan kuliah teman-temannya terus memanggil Kustiono dengan nama Tiyok. Kemudian untuk gelar Black ia dapat saat kuliah.
“Mungkin karena dulu kulit saya hitam dan rupa yang jelek, jadilah panggilan Black itu,” katanya dalam panggilan video Juni 2021 lalu.
Semasa kuliah di Universitas Negeri Semarang atau Unnes, Tiyok mengambil program studi Pendidikan Seni Rupa. Pada saat kuliahnya itu ia menjadi seorang freelance desainer di media garment dan ilustrator di majalah Pena. Tiyok pun pernah menjajal sebagai artistik freelance di hotel Horison.
Tiyok tak pernah usai untuk mencari pengalaman lain. Tiyok pernah pergi ke Jakarta sebagai ilustrator di majalah Ino pada 2004. Di sana ia ikut bersama seorang budayawan bernama Arswendo Atmowiloto. Selanjutnya kurang lebih empat tahun di Jakarta, Tiyok pindah ke Penerbitan Aneka Ilmu, lalu Tiga Serangkai sampai tahun 2011. Setelah itu ia hengkang dari perusahaan dan bekerja mandiri sebagai ilustrator lepas, pelukis mural, guru gambar di berbagai sekolah di Semarang, pelatih sanggar, juri, kartunis, dan lain-lain.