Jumat, Agustus 29, 2025
27.1 C
Semarang

WALHI Jateng Sikapi COP26 Dengan Menggelar Aksi di Tambaklorok

“Pemerintah dan pemimpin dunia seharusnya tak hanya mementingkan perekonomian dengan terus membangun industri di pesisir. Yang terancam tidak hanya rakyat tapi juga bisa para pejabat,”

Walhi
Aksi Walhi Jateng Kampanyekan Perubahan Iklim di Tambaklorok 5 November 2021 (Serat.id/Praditya Wibby)

Serat.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI Jawa Tengah, menggelar aksi  aksi mensikapi pertemuan COP26 sejumlah pimpinan dunia membahas krisis iklim. Aksi dilakukan sebagai pensikapan pertemuan di Skotlandia itu.

“Aksi ini untuk menyikapi COP26 yang diselenggarakan di Skotlandia, di sana pimpinan dunia berkumpul bicara krisis iklim,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jateng, Fahmi Bastian, saat aksi , Jumat, 5 November 2021.

Aksi dilakukan Jum’at pukul 10 hingga 11, di bekas Tempat Pelelangan Ikan atau TPI Tambaklorok, Kota Semarang.  Penempatan lokasi aksi di pesisir sebagai simbol beberapa daerah rentan krisis iklim di wilayah pantai yang  terancam tenggelam di antaranya Semarang dan  Demak.

“Pemerintah dan pemimpin dunia seharusnya tak hanya mementingkan perekonomian dengan terus membangun industri di pesisir. Yang terancam tidak hanya rakyat tapi juga bisa para pejabat,” ujar Fahmi menambahkan.

Dalam aksi itu, sebanyak 10 patung plastik terlihat di tenggelamkan, sebagai simbol para penguasa. Lima anggota WALHI membentangkan beberapa poster dan satu sepanduk bertuliskan ‘Selamatkan Kawasan Pesisir Jawa Tengah Hentikan Solusi Iklim Palsu’.

Para peserta dijemput perahu dari depan rumah kampung nelayan Tambakrejo, kemudian diantar ke titik aksi.  TPI yang menjadi titik aksi itu, sudah terendam air Rob sejak 2012 lalu, sebelum  digunakan.

Fahmi mengungkapkan aksi menenggelamkan patung di ditengah-tengah bangunan yang hancur akibat rob, merupakan bentuk kritik terhadap tokoh para pemimpin daerah.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya memilirkan ekonomi semata, tapi lihat masyarakat pesisir yang rentan ini agar  ditangani, jangan hanya tambak lorok sebagai kampung bahari, hanya nilai estetik saja, tapi bagaimana nasib warga diperhatikan,” katanya. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img