
Serat.id – Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas makin santer di masa pandemi. Satu di antaranya adalah mengonsumsi makanan sehat berupa buah-buahan dan sayuran.
Warga Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, Dinar Bayu menerapkan pola itu dalam kesehariannya. Ia memilih mengonsumsi sayur-sayuran organik. “Sebenarnya saya mengonsumsi makanan seperti sayur-sayuran organik sejak 2014 lalu,” katanya, Rabu, 8 Desember 2021.
Sebagai pescatarian, Bayu merasa lebih sehat. Ia juga merasa lebih peka terhadap hewan serta kebersihan lingkungan. “Tidak mudah capek dan tidak mudah sakit,” katanya.
Selain mengonsumsi makanan sehat, Bayu mengimbangi dengan olah raga dan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam mengatakan, mengonsumsi makanan sehat sangat baik untuk tubuh, saat pandemi maupun tidak. Ia pun membagikan sejumlah tip hidup sehat.
“Usahakan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram atau setara dengan satu sendok teh,” katanya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak secara berlebihan.
“Bila memungkinkan ganti mentega dengan lemak lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak jagung. Pilih daging putih seperti ayam atau ikan yang lebih rendah lemak dibandingkan daging merah dan batasi konsumsi olahan daging,” jelasnya.
Selain itu, Hakam juga menyarankan untuk membatasi asupan gula, minum air putih yang cukup, minimal 2 liter sehari. Setelah itu juga harus diimbangi dengan memperbanyak aktivitas fisik, minimal olah raga selama 30 menit setiap hari.
“Coba perbanyak makanan yang direbus atau dikukus, lalu ganti cemilan yang bermicin atau MSG dengan buah-buahan segar,” jelas Hakam.