Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

Kisah Keluarga dari Sejarah yang Dibengkokkan

Hingga suatu ketika Sumini kembali ke Pati. Setibanya di Juwana, ia bertemu dengan Wage yang kemudian memberinya tempat untuk bersembunyi.

“Malam-malam ada yang mendatangi tempat persembunyian, dan bilang ingin menjadikan saya sebagai istri keempatnya. Saya frustasi. Ini nyawa sudah diubun-ubun antara hidup dan mati, justru ditawari jadi istri. Kowe tetep urip kalau mau jadi bojo keempat.”

Penolakan Sumini berbuntut panjang. Pada malam berikutnya, tempat persembunyian digeruduk sekelompok massa  berseragam. Sumini ditangkap, dipukuli dan diseret dalam keadaan setengah sadar sebelum diangkut truk ke Polres Pati. Begitu juga Pak Wage yang memberinya tempat untuk bersembunyi.

Dengan nada bergetar, Sumini melanjutkan cerita tentang penangkapannya. “Saya didiinjak-injak, rambut sampai kena tanah. Darah mengucur dari hidung dan mulut, baju kena darah semua. Saya pingsan dan begitu sadar sudah ada di  Polres. Baju sudah diganti. Saya telah ditelanjangi.”

Setelah itu, Sumini diperlakukan tak manusiawi, mengalami penyiksaan fisik dan seksual. Hampir setiap hari berpindah-pindah tempat dari Mapolres Pati dan Markas Corp Polisi Militer untuk “dibon”, istilah untuk diinterogasi agar mengakui  sesuatu yang tidak pernah dilakukan, yaitu ikut terlibat membunuh para jenderal dalam Peristiwa 65.  Interogasi demi interogasi itu berlangsung selama lima bulan sebelum ia dipindahkan ke LP Bulu di Semarang.

“Saya didorong sampai terjungkal, lalu kursi diambil untuk gebuk badan saya dengan penuh emosi. Kalau tidak mengaku dipukul terus, dijambak, disetrum, disundut rokok sampai pipi melepuh. Jari saya pernah ditindih dengan kaki meja, bahkan kepala dipopor senjata karena saya mengancam berteriak sekencang-kencangnya,” ceritanya sambil menunjukkan bekas-bekas di pipi kiri, kepala, dan punggung. Sumini mengaku syaraf di kepala kejepit akibat benda tumpul.

Hatinya makin hancur ketika mendengar Atmo Munago, ayahnya meninggal karena sakit akibat memikirkannya.  “Bapak dapat kabar bohong kalau saya di-kekrek bayonet RPKAD saka kene tekan kene, terus jatuh sakit dan tiga hari kemudian meninggal. Padahal saya di Polres,” ujarnya sambil menunjuk bagian atas kepala hingga ke badannya sembari menambahkan bahwa dirinya diperbolehkan melihat jasad ayahnya dengan penjagaan ketat dari aparat.

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img