Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

Kisah Keluarga dari Sejarah yang Dibengkokkan

Berdamai

Butuh waktu lama bagi Sumini untuk mampu berdamai dengan peristiwa traumatis yang dialami, baik semasa berada di tahanan hingga bertahun-tahun setelah kebebasannya, termasuk yang juga diderita ketiga anaknya. Tapi ia sadar  harus keluar dari situasi seperti itu.

Salah satunya dengan kesadaran spiritualitas untuk saling menguatkan dan menjaga keharmonisan keluarga agar peristiwa traumatis lainnya tak terulang dan merenggut masa depan anak cucunya.

“Anak-anak saya injeksi terus dari SMA hingga kuliah. Kalau ada kesempatan, saya ajak tidur bersama dan bercerita macam-macam termasuk peristiwa itu. Tapi tiap anak caranya beda karena karakternya juga beda-beda.”

Penerimaan itu  juga dibuktikan dengan berdamai kepada orang-orang yang pernah menyiksanya. Dia berempati kepada pelaku yang kemudian sakit atau depresi. Sumini mengetahui beberapa nama orang-orang yang berandil terhadap apa yang dialaminya itu dari kesaksian para penyintas lainnya.

“Orang yang melempar ke truk dan menginjak-injak saya itu jadi lumpuh. Kasihan tapi sekarang sudah meninggal. Saya tangisi karena kecewa belum sempat nengok. Saya juga mengirim uang beberapa kali dan menjenguk orang yang dulu ikut mengobrak-abrik rumah karena dia sudah meminta maaf. Njaluk ngapura ya Nduk, iku ora karepku dhewe,” ujar Sumini menirukan ucapan orang yang pernah ikut menyiksanya.

Ada juga yang hingga kini mengalami depresi berat. Bahkan jika mendengar nama Sumini disebut, perangainya berubah seperti orang yang terganggu jiwanya. “Kalau kumat, dia keluar rumah dengan telanjang, mlayu mlayu nggak jelas. Mungkin masih memendam beban atas peristiwa itu dan akhirnya stres. Dia yang menelanjangi dan memukul hingga lebam semua, mata, hidung, mulut sampai keluar darah. Itu seperti Tuhan sedang mempermalukan dia.”

Didik mendengar obrolan kami tentang kisah hidup keluarganya dengan seksama. Sejak kecil ia mengaku sering mendengar sang ibu bercerita tentang kehidupannya. Tapi ingatan itu samar-samar. Baru ketika SMA, Didik mendapat gambaran jelas peristiwa demi peristiwa yang dialami keluarga besarnya.

“Lama-lama paham, terlebih lagi ketika melihat perjuangan ibu untuk meluruskan sejarah dan mengembalikan nama baiknya. Keinginan hati saya hanya satu, jadi pendamping ibu, selalu bersama ibu dan bantu perjuangannya,” tandas Didik.

Sumini mengakhir semua cerita dengan kalimat lirih bernada agak sedih, “Iya, saya tidak menyangka kalau masa remaja saya yang menyenangkan tiba-tiba direnggut penjara, disiksa, dan dipisahkan dari keluarga.”

Baca berita selanjutnya: Keluarga Dalam Sejarah Penyintas 65

Penulis: Noni Arnee

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img