Hasil penelitian hanya 38 persen orang Indonesia yang memahami bahwa menonton konten bajakan meningkatkan risiko terkena malware.

Serat.id – Manajer Umum AVIA Coalition Against Piracy, Aaron Herps, mengatakan hasil penelitian hanya 38 persen orang Indonesia yang memahami bahwa menonton konten bajakan meningkatkan risiko terkena malware. Tak jarang mereka yang menikmati akses bajakan menjadi korban kejahatan dunia maya.
“Sehingga bahaya mengakses materi bajakan saat ini terus meningkat bagi konsumen,” kata Aaron Herps, selasa, 21 Desember 2021
Tercatat saat ini Premier League menggelar program anti-pembajakan yang melibatkan bekerja sama dengan mitra siaran dan otoritas untuk menghentikan streaming ilegal dan menyelidiki serta menuntut pemasok layanan streaming ilegal.
Di Indonesia, Premier League telah mendukung Koalisi Menentang Pembajakan dalam upaya mereka memblokir ribuan situs streaming melalui proses pemblokiran situs yang dijalankan oleh regulator Indonesia (KOMINFO), bekerja sama dengan Video Coalition of Indonesia (VCI).
Sedangkan aplikasi streaming pelanggaran yang terbesar di dunia, Mobdro, menghentikan semua operasinya pada bulan Maret tahun ini setelah ada penyelidikan besar-besaran dan rujukan kriminal oleh Premier League dan Alliance for Creativity and Entertainment (ACE) yang menyebabkan perusahaan tersebut dikenakan tindakan penegakan hukum oleh polisi Spanyol dan Europol.
Mobdro secara ilegal menyediakan katalog besar konten TV dan video live dari seluruh dunia, termasuk olahraga, untuk digunakan di smart TV, smartphone, tablet, dan perangkat streaming ilegal. Itu adalah aplikasi yang sangat populer di Asia-Pasifik termasuk di Indonesia.
Sedangkan Premier League menghasilkan sebagian sepak bola paling kompetitif dan menarik di dunia. Liga dan klubnya menggunakan kekuatan dan popularitas kompetisi untuk menginspirasi penggemar, komunitas, dan mitra di Inggris Raya serta di seluruh dunia. Premier League menyatukan orang-orang dari semua latar belakang. Ini adalah kompetisi untuk semua orang, di mana saja dan tersedia untuk ditonton di 880 juta rumah di 190 negara. (*)