Catatan RCTD sejak 2019 sampai 2021 ada sembilan warga Klaten yang meninggal tersengat tawon vespa

Serat.id – Habitat serangga jenis vespa affinis atau sering disebut tawon ndas cenderung meningkat saat musim hujan. Kewaspadaan terhadap tawon itu telah dilakukan warga Kabupaten Klaten yang selama ini banyak mengeluhkan serangan jenis hewat penyengat itu.
“Biasa kalau musim hujan itu udara lembab. Tawon vespa kalau udara dingin itu menjadi musim kawin atau berkembang,” kata Kinanti Arimbi Relawan Cepat Tanggap Darurat (RCTD) Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, dikutip dari jatengprov.go.id, umat 18 Februari 2022.
Menurut Kinanti RCTD pada Selasa malam lalu melakukan evakuasi sarang tawong vespa sebanyak tiga kali di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Penangkapan tawon tersebut dilakukan pada malam hari untuk menghindari risiko sengatan kumbang berbisa itu.
“Tiga lokasi berbeda teman-teman melakukan evakuasi. Masing-masing di Desa Tumpukan, Karang Munggung, dan Pencil yang semuanya berlokasi di Kecamatan Karangdowo, Klaten,” kata Kinanti menambahkan.
Sarang tawon ndas biasanya menempati dahan pohon, di atas genting sampai sudut kayu bangunan rumah warga. Ia menjelaskan sarang berada di sudut sempit rumah warga biasanya sulit dievakuasi. Meski begitu Kinanti menyampaikan, agar tidak tersengat tawon ndas, warga mesti berhati-hati dan tidak mengganggu rumah tawon.
Ia menyarankan evakuasi sarang tawon sebaiknya malam hari, sebab daya pandang tawon terbatas dan sudah masuk sarang. “Lubang lalu tinggal ditutup dengan kapas yang dibasahi dengan bensin,” kata Kinanti menjelaskan.
Selain itu ia meminta warga cepat menghubungi Damkar atau relawan terdekat jika ada serangan tawon yang bisa mematikan itu.
“Apalagi pada siang hari, karena sengatan tawon vespa lebih berbahaya. Berdasarkan catatan yang dimiliki RCTD sejak 2019 sampai 2021 sudah sembilan warga Klaten yang meninggal tersengat tawon vespa” katanya. (*)