Jumat, Agustus 29, 2025
28.2 C
Semarang

Kisah Perlawanan Warga Wadas Pada Bungkus Kopi

Lukisan bungkus kopi itu sebagai pameran seni untuk merespon rencana pemerintah yang akan menambang batu andesit di perut perbukitan di desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah

Seorang pengunjung sedang menikmati pameran seni “Kepada Tanah Hidup dan Masa Depan Wadas” di Kedai Kebun Forum (KKF), Yogyakarta, Minggu 20 Februari 2022. (Serat.id/Bambang Muryanto)

Puluhan bungkus kopi robusta ukuran 250 gram berjajar rapi di galeri Kedai Kebun Forum (KKF), Yogyakarta. Masing-masing bungkus kopi itu menampilkan aneka lukisan yang menceritakan kisah warga Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, yang saat ini sedang berkonflik dengan pemerintah terkait rencana tambang batu andesit di kampung itu.

Salah satunya  karya Toni Malakian, menggambar wajah seorang petani bernama Mbah Marsono dengan kutipan,”Kita bakal mati tetapi tanah Wadas harus lestari”. Lukisan itu memberikan kesan nyata  perjuangan warga Desa Wadas di Purworejo, Jawa Tengah yang sedang terancam ruang hidupnya.

Lukisan bungkus kopi itu sebagai pameran seni untuk merespon rencana pemerintah yang akan menambang batu andesit di perut perbukitan di desa itu. Batu ini akan menjadi material pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener yang berjarak sekira 12 kilometer dari Desa Wadas.

Dengan tema  “Kepada Tanah, Hidup dan Masa Depan Wadas”, pameran di KKF itu mulai dibuka sejak Minggu 20 Februrai  hingga Senin akhir bulan nanti. Pameran yang diikuti 22 seniman ini secara simultan juga dipamerkan di Denpasar, Batu, Bandung, Semarang dan Jakarta.   

“Sedangkan kopi yang dipamerkan ini dijual dan hasilnya untuk membantu perjuangan warga Wadas,” ujar Sirin Farid Stevy, salah satu seniman yang menggagas pameran itu.

Ia mengatakan para seniman ingin membagikan cerita soal fakta dan rasa di Wadas. Mereka merespon kopi, salah satu hasil bumi dari Ibu Bumi Wadas, selain durian, kemukus, kunir, rambutan, pisang, pete dan masih banyak lainnya.

Pameran itu juga melibatkan Melaju Studio yang membuat kolase sejumlah tokoh penting nasional  sperti foto Presiden Joko Widodo, Gubernur Ganjar Pranowo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, juga alat excavator dan barisan polisi bertameng yang sedang berhadapan dengan petani.

Visual ini menggambarkan situasi nyata di Wadas yang sejak 2016 menentang kebijakan pemerintah yang memaksa mau mengambil lahan pertanian mereka menjadi lokasi tambang.

Ada pula gambar Rifki, seorang pemuda Wadas yang sedang memeluk ibunya di atas 12 besek, yakni kantong berbentuk persegi empat yang terbuat dari bambu yang ditempelkan di tembok.

Gambar  itu terinspirasi dari foto seorang jurnalis yang mengabadikan momen itu  setelah Rifki dibebaskan dari Polres Purworejo.

Rifki bersama 66 orang lainnya sempat ditahan tanpa alasan jelas saat ribuan polisi mengawal proses pengukuran tanah lokasi tambang andesit, Selasa  8 Februari silam.

Pengamat music, Felix Dass dalam pengantar pameran menuliskan testimoni menarik, yakni hari ini kita merayakan perlawanan dari Desa Wadas. Bukan tidak mungkin besok yang melawan adalah desamu, kampung kotamu tempat mu hidup.

Felix berpesan bila kita punya energi besar bisa ikut dalam gerbong perlawanan. Tetapi kalau tidak punya energi besar bisa juga berkontribusi dengan menarik garis batas dengan tegas dengan keserakahan.

“Jadilah pasif dan tidak berpartisipasi di dalamnya,” ujar Felix . (*) BAMBANG MURYANTO

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img