Sebagai respon terhadap kondisi kekerasan seksual yang marak terjadi di sejumlah kampus.

Serat.id – Keluarga Mahasiswa Jepara di Semarang (KMJS) menggelar audiensi dengan pemeirntah dan dewan wakil rakyat setempat. Dalam pertemuan itu aktivis KMJS menyampaikan akan membuat pos koordinasi pengaduan kekerasan seksual.
“Termasuk memfasilitasi kesehatan mental untuk memberikan fasilitas kepada kader-kader KMJS yang merupakan mahasiswa Jepara yang berkuliah di Semarang dan memperluas jangkauan ruang aman,” kata ketua umum KMJS, Afryda Zahrotul Kumala, dalam pernyataan resmi diterima Serat.id Jum’at 18 Maret 2022.
Menurut Afryda, program Posko itu sebagai respon terhadap kondisi kekerasan seksual yang marak terjadi di sejumlah kampus. “Kali ini ingin mengembalikan progam kontribusi secara eksternal di luar Jepara,” kata Afryda menambahkan.
Saat audiensi, KMJS juga menyampaikan sejumlah inovasi baru disampaikan sebagai upaya memperkuat konsep yang memberikan banyak manfaat bagi khalayak umum khususnya daerah Jepara.
“Kami memiliki peran salah satunya pengawalan kepada kader-kaderi kami melalui sejumlah program dalam konteks yang kongkrit sebagai mahasiswa untuk mengabdi khsususnya kepada daerah,” kata Afryda menjalskan.
KMJS juga mengajak Pemkab Jepara bersama-sama dalam kerja dan bermitra untuk menjalankan program yang sudah dipaparkan dalam audiensi.
Anggota komisi C DPRD Jepara Solihin yang turut hadir dalam pertemuan itu menyatakan dukungan dan respon program kerja yang dipaparkan pengurus KMJS.
“Kami sangat mendukung semua program yang ada, pada dasarnya semua program itu bertujuan untuk kebaikan Jepara melalui konsep dan teknis yang disampaikan adik-adik KMJS serta bagian penting dari itu program itu sangat potensial untuk di teruskan”, kata Solihin
Ia berharap KMJS bisa menjalankan program dengan menggandeng seluruh instansi pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif sehingga bisa tercapai kemaslahatan maksimal karena dikawal oleh para pemimpin dan para wakil rakyat. (*)