“Subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor peternakan sebesar minus 1,01 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar minus 0,97 persen,”
![[Ilustrasi] Potret petani kita. (Serat.id/ Abdul Arif)](https://serat.id/wp-content/uploads/2020/06/petani-kita-1024x724.jpg)
Serat.id – Nilai tukar petani Jawa Tengah pada bulan Februari turun sebesar 102,83 atau turun minus 0,34 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 103,18. Penurunan NTP disebabkan indek yang diterima petani (It) sebesar minus 0,15 persen lebih lambat dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) sebesar 0,19 persen.
“Subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor peternakan sebesar minus 1,01 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar minus 0,97 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng Adhi Wiriana, dikutip dari laman ateng.bps.go.id, Jum’at 1 April 2022
Adhi menyebut subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor hortikultura sebesar 2,26 persen; subsektor tanaman. perkebunan Rakyat sebesar 0,37 persen; dan subsektor perikanan sebesar 0,15 persen.
“Pada Februari 2022, komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga antara lain gabah, jagung, wortel, brokoli, buncis, bawang daun, telur ayam ras, ayam ras pedaging, tawes tawar, kerang laut, barakuda, dan pari,” kata Adhi menjelaskan.
Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ketela rambat, kacang kedelai, cabai merah, bawang merah, tomat, ketimun, teh, lada, telur bebek, kakap, tawes, dan layur beladang.
Pada Februari 2022, Indeks Konsumsi Rumah Tangga Perdesaan Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pada indeks sub kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen. sedangkan perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen.
“Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,40 persen; kesehatan sebesar 0,28 persen; transportasi sebesar 0,17 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen,” kata Adhi menambahkan.
Termasuk penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,23 persen; dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,45 persen. sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu sub kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,15 persen dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,07 persen.
Adhi menyebut subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor hortikultura sebesar 2,26 persen; subsektor tanaman. perkebunan Rakyat sebesar 0,37 persen; dan subsektor perikanan sebesar 0,15 persen.
“Pada Februari 2022, komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga antara lain gabah, jagung, wortel, brokoli, buncis, bawang daun, telur ayam ras, ayam ras pedaging, tawes tawar, kerang laut, barakuda, dan pari,” kata Adhi menjelaskan.
Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ketela rambat, kacang kedelai, cabai merah, bawang merah, tomat, ketimun, teh, lada, telur bebek, kakap, tawes, dan layur beladang.
Pada Februari 2022, Indeks Konsumsi Rumah Tangga Perdesaan Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pada indeks sub kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen. sedangkan perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen.
“Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,40 persen; kesehatan sebesar 0,28 persen; transportasi sebesar 0,17 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen,” kata Adhi menambahkan.
Termasuk penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,23 persen; dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,45 persen. sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu sub kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,15 persen dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,07 persen.
Sedangkan pendidikan tidak mengalami perubahan indeks. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jawa Tengah Februari 2022 tercatat sebesar 101,79 atau turun sebesar minus 0,73 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya sebesar 102,54. (*)
Serat.id – Nilai tukar petani Jawa Tengah pada bulan Februari turun sebesar 102,83 atau turun minus 0,34 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 103,18. Penurunan NTP disebabkan indek yang diterima petani (It) sebesar minus 0,15 persen lebih lambat dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) sebesar 0,19 persen.
“Subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor peternakan sebesar minus 1,01
persen dan subsektor tanaman pangan sebesar minus 0,97 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng Adhi Wiriana, dikutip dari laman ateng.bps.go.id, Jum’at 1 April 2022
Adhi menyebut subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor hortikultura sebesar 2,26 persen; subsektor tanaman. perkebunan Rakyat sebesar 0,37 persen; dan subsektor perikanan sebesar 0,15 persen.
“Pada Februari 2022, komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga antara lain gabah, jagung, wortel, brokoli, buncis, bawang daun, telur ayam ras, ayam ras pedaging, tawes tawar, kerang laut, barakuda, dan pari,” kata Adhi menjelaskan.
Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ketela rambat, kacang kedelai, cabai merah, bawang merah, tomat, ketimun, teh, lada, telur bebek, kakap, tawes, dan layur beladang.
Pada Februari 2022, Indeks Konsumsi Rumah Tangga Perdesaan Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pada indeks sub kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen. sedangkan perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,24 persen.
“Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,40 persen; kesehatan sebesar 0,28 persen; transportasi sebesar 0,17 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,21 persen,” kata Adhi menambahkan.
Termasuk penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,23 persen; dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,45 persen. sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi yaitu sub kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,15 persen dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,07 persen.
Sedangkan pendidikan tidak mengalami perubahan indeks. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jawa Tengah Februari 2022 tercatat sebesar 101,79 atau turun sebesar minus 0,73 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya sebesar 102,54. (*)