Mendesak agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia untuk terus mengawal, agar Reog Ponorogo dapat diakui dunia internasional melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Republik Indonesia.

Serat.id –Rencana klaim seni Reog oleh Malaysia menuai aksi protes seniman di Kabupaten Temanggung. Tercatat ada ratusan seniman dari 15 kelompok Reog Ponorogo asal Kabupaten Temanggung, menggelar doa bersama dan aksi tolak klaim Reog Ponorogo oleh Malaysia
“Kami gelar doa bersama di halaman gedung temanggung TV, Sabtu malam,” kata salah satu seniman Temanggung, Sutopo, dikutip dari laman jatengprov.go.id, Senin 18 April 2022.
Sutopo menyebut doa sebagai protes klaim produk seni itu dimulai pukul 20.00 WIB dengan pawai obor oleh para seniman reog. Mereka juga membawa tumpeng dan ingkung, kemudian mengelar doa bersama. “Agar seluruh seni budaya milik bangsa Indonesia, khususnya Reog Ponorogo, tetap lestari dan terus berkembang di tengah masyarakat.”kata Sutopo menambahkan.
Tak hanya itu seniman reog asal Kabupaten Temanggung juga berorasi menolak secara tegas klaim Malaysia atas Reog Ponorogo. Mereka mendesak agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia untuk terus mengawal, agar Reog Ponorogo dapat diakui dunia internasional melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Republik Indonesia.
“Ini bentuk keprihatinan dan penolakan atas sikap negeri Jiran Malaysia yang dikabarkan secara sepihak akan mengklaim Reog Ponorogo sebagai milik mereka. Padahal jelas-jelas Reog Ponorogo adalah warisan budaya nasional, asal Ponorogo, Jawa Timur,” kata Sutopo menegaskan.
Para seniman meminta Kemendikbud dan Ristek RI terus mengawal status Reog Ponorogo, agar diakui dunia internasional. Mereka juga berharap, kejadian klaim sepihak seni budaya asli dan milik bangsa Indonesia oleh negara lain tidak terulang lagi. Pemerintah harus melakukan upaya nyata melindungi seni budaya asal negeri ini.
Salah satu seniman Reog Ponorogo asal Nglamuk, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, Reza Pangestu, mengaku kecewa dan marah atas isu yang beredar itu. Menurut dia, sejak kecil dirinya mengetahui Reog Ponorogo merupakan budaya asli bangsa, dan telah menjadi budaya kebanggaan Bangsa Indonesia.
“Reog telah berkembang di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Temanggung, namun sejarah mencatat, bahwa reog adalah asli Ponorogo, Jawa Timur, bukan dari daerah lain atau bangsa lain,” kata Reza. (*)