“Warga terdampak air pasang di Kabupaten Demak mencapai 10 ribu orang, di Kota Semarang 12 ribu orang,”

Serat.id – Banjir akibat air laut pasang yang menggenangi sejumlah fasilitas infrastruktur di Kota Semarang menjadi perhatian dewan perwakilan rakyat daerah Jawa Tengah. Dewan minta agar air pasang yang menjebol tanggul dan menggenangi itu segera ditangani.
“Harus ada upaya sesegara mungkin. Jika 32 pompa sudah dipasang oleh Pelindo jika kurang, harus ada upaya khusus tertutama bagaimana mendatangkan pompa darurat agar air pasang semakin surut,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, M Ngainirichad, kepada serat.id, Selasa 24 Mei 2022
Selain itu Ngainirichad juga menekankan agar agar tanggul yang jebol harus segera diatasi. “Jika tidak akan semkin memperlebar dan memperbesar genangan air, apalagi genangan masuk di area peti kemas akan berdampak pada ekspor impor,” kata Ngainirichad, menambahkan.
Ia khawatir air pasang yang menimbulkan banjir berdampak pada ekspor dan merugikan pemilik barang dari Jateng produk. Jika ini terjadi maka dampak ekonomi yang timbul akan merugikan pelaku usaha yang sedang bergeliat usai diterpa pandemi.
Apa lagi saat ini dampaknya tak hanya di pelabuhan, Ngainirichad, menyebut jebolnya tanggul laut sudah berdampak jalur nasional. “Lalu lintas Semarang – Demak dan seblaiknya macet, ini menimbulkan efek kerugian pengiriman barang dan jasa,” katanya.
Sementara itu Dinas Sosial JawaTengah menyebut warga terdampak air pasang masing- masing di demak dan Kota Semarang mencapai puluhan ribu orang.
“Warga terdampak banyak. Sini (Demak) 10 ribu (orang), Kota Semarang 12 ribu orang,” kata Kepala Dinas Sosial Jateng Harso Susilo, dikutip dari laman jatengprov.go.id.
Menurut Harso, lembaganya bersama BPBD memastikan logistik untuk warga terdampak rob aman. “Iya (pastikan stok logistik aman). Tidak hanya makanan tapi ada selimut, nanti ada pampers. Kita dorong itu juga,” kata Harso menambahkan.
Ia memastikan logistik untuk warga terdampak banjir di wilayah Pantura Jateng dalam kondisi aman. Selain itu lembaganya juga menyiapkan peralatan mandiri warga serta peralatan dapur untuk warga terdampak.
Pihaknya juga telah mengantisipasi kurangnya logistik, dengan mengoptimalkan bantuan yang ada, seperti dari Kemensos. Adapun logistik yang ada ini akan bisa mencukupi kebutuhan warga, setidaknya hingga lima hari ke depan. Dinsos juga akan memantau persediaan logistik selama 24 jam. (*)