
Pameran mixed media sebagai respon program revitalisasi danau Rawa Pening oleh pemerintah pusat akan dibuka pada hari Sabtu, 26 November 2022 pekan ini. Kegiatan itu digelar di Tanasurga resto & café, dengan tajuk Rawa Pening masa gini.
“Kegiatan itu bertujuan memberi informasi masyarakat tentang situasi terkini di danau Rawa Pening dan masyarakat yang tinggal di daerah sekitar danau sebagai dampak langsung,” ujar Candra Firmansyah salah satu story teller, dalam pernyataan resmi, Rabu 23 November 2022.
Mereka yang terdampak khususnya para pengrajin enceng gondok yang tinggal di daerah Bawen, Tuntang, Ambarawa dan Banyubiru kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pameran itu sebagai kritik kebijakan revitalsiasi Danau Rawa Pening yang masuk dalam salah satu Danau Prioritas Nasional (DPN). “Karena yang oleh pemerintah kondisinya dianggap kritis sehingga program revitalisasi berfungsi untuk mengembalikan fungsi danau tersebut,” ujar Candra menambahkan.
Menurut Candra, terdapat empat story teller dari Salatiga: Candra Firmansyah, Lutfi Akhmad, Ratu Haiu Dianee, Tri Wahyu Prasetyo dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Salatiga yang aktif di Lembaga Pers Mahasiswa Dinamika yang akan terlibat dalam pameran yang akan dibuka pada tanggal 26 November 2022 pukul 19:00 WIB.
Pameran akan berlangsung sampai tanggal 26 Desember 2022 menampilkan kerajinan tangan enceng gondok dari Bengok Craft, sebuah organisasi yang memberdayakan masyarakat dengan upcycling enceng gondok, juga akan dipamerkan.
Candra sendiri yang akan memamerkan karyanya dan sekaligus curator pameran itu. “Walaupun berbasis fotografi saya tidak membatasi medium untuk bercerita dengan foto saja,” kata Candra menjelaskan.
Dalam pameran itu ia dan para pameris menggunakan mixed media yakni zine, lukisan, jurnal dan fotografi untuk menyampaikan kisah-kisah yang ada di Rawa Pening, terutama yang berhubungan dengan lingkungan.