Jumat, Agustus 29, 2025
27.9 C
Semarang

Pengamat Hubungan Internasional : Konflik jalur Gaza Dalih Israel Galang Dukungan

Menyayangkan tindakan negara Arab yang masih pasif, padahal ia memiliki hubungan dengan Israel dan mampu mengingatkannya

Serat.id – Pengamat Hubungan Internasional, Lembaga Ilmu Politik Indonesia (LIPI), Hamdan Basyar mengungkapkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sengaja menciptakan konflik dengan Palestina agar mendapatkan dukungan dari domestik maupun Amerika Serikat.  

Netanyahu sejak awal telah sengaja menunggu Hamas terprovokasi dan meluncurkan roket atas sengketa pengusiran warga Palestina dari daerah Sheikh Jarrah, di Yerusalem Timur yang turut merambah ke Masjid Al Aqsa

“Netanyahu berusaha mencari cara agar ada masalah terhadap keamanan Israel. Sehingga Hamas dijadikan serangan berbahaya bagi Israel untuk mengalang persatuan,” ujar Hamdan, belum lama ini.  

Baca juga :

Menurut Hamdan, situasi poltiik domestik Israel tidaklah membaik sejak tiga tahun berjalan. Terbukti  pada 2019 hingga 2021, Israel telah menggelar empat kali Pemilu yang seharusnya sebagai negara Parlementer pemilu digelar tiga atau empat tahun sekali.

Pembentukan kabinet baru bisa terjadi di Israel pada pemilu ketiga 2 Maret 2020, setelah partai Likud dan partai Blue and White sepakat membentuk koalisi. Kesepakatan awal dari koalisi itu ialah agar jabatan Perdana Menteri pada periode awal selama delapan belas bulan diberikan oleh Netanyahu dari partai Likud, kemudian delapan belas bulan berikutnya perdana menteri diberikan kepada Benny Gantz dari partai Blue and White.

“Menjelang akhir kekuasaan Netanyahu pada 2021, ia menyiasati agar kekuasaanya tetap bertahan dengan menggelar Pemilu,” kata Hamdan menjelaskan.

Hasilnya partai Likud memperoleh hasil tertinggi dengan 30 kursi dan disusul partai Yesh Atid dengan 17 kursi serta partai Shas memperoleh sembilan kursi. Sebaliknya peroleh partai Blue and White justru anjlok pada peringkat keempat dengan perolehan delapan kursi. Netanyahu merasa tersaingi dengan Yair Lapid dari Partai Yesh Atid yang berusaha membentuk kabinet.

Selain itu, Netanyahu masih melihat sikap kebimbangan dari Presiden Amerika Serikat yang baru Joe Biden. Sebab, tindakan awal Biden, meski memberikan dukungan terhadap Israel, namun memperhatikan kepentingan Palestinda dan dunia Islam, termasuk memperitmbangkan kembali kesepakatan nuklir 2015 JCPOA dengan Iran.

“Adanya serangan Hamas terhadap Israel, berhasil membuat dukungan Amerika Serikat untuk menggunakan hak vetonya di PBB karena menganggap eksistensi Israel terancam,” ujar Hamdan menganalisa

Hamdan menyayangkan tindakan negara Arab yang masih pasif, padahal ia memiliki hubungan dengan Israel dan mampu mengingatkannya. Jika dibandingkan dampak dari serangan Hamas jelas tak sebanding dengan tindakan bela diri Israel. Serangan Hamas meski menimbulkan korban jiwa, namun yang diserang wilayahnya bukan tempat banyak penduduk.  Sedangkan Israel sejak awal telah menargetkan Gaza dan menghancurkan fasilitas publik. “Ulah Netanyahu tentunya merusak harapan perdamaian Palestina dan Israel. Ambisi Netanyahu telah banyak memakan korban,” katanya.

Hamdan menawarkan solusi agar konflik Palestina Israel mereda dengan memindahkan negara Israel ke Amerika Serikat dengan menjadikannya sebagai negara bagian ke 51. Solusi tersebut  disebut akan membuat negara Israel dan Palestina menjadi negara yang aman.

Di sisi lain Palestina bisa hidup lebih baik dan Timur Tengah akan lebih damai karena tidak ada intevensi dari asing, mungkin harga minyak akan turun dan inflasi akan turun. (*)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img