Biasanya paling sedikit bisa menanam 10 ribu bibit, sekarang hanya 5 ribu saja per bulannya

Serat.id – Pandemi Covid-19 berpengaruh pada berkurangnya penanaman bibit mangrove di kawasan pantai Kota Semarang. Salah satunya di kawasan pantai Muktiharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang.
“Sekarang penanaman berkurang. Biasanya paling sedikit bisa menanam 10 ribu bibit, sekarang hanya 5 ribu saja per bulannya,” kata Sururi, warga Mangunharjo RT 01 rw 01, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, kepada Serat.id, Selasa, 27 Juli 2021 kemarin.
Sururi yang berprofesi sebagai petani yang ikut menjaga tanaman mangrove, mengaku pandemi Covid-19 membuat mahasiswa dan instansi yang biasa datang penanaman menurun. Meski Sururi tak lantas menyerah, dia tetap melakukan pembibitan dan penanaman di lahan hutan mangrove seluas 62,83 hektare yang berada di kampungnya itu.
“Selama ini saya mandiri. Bibit saya tanam sendiri. Tidak dapat bantuan dari pemerintah Kota Semarang,” kata Sururi menjelaskan.
Selama ini Sururi mengaku menjual bibit mangrove dari perusahaan. Namun saat pandemi itu permintaanya berkurang. “Perusahaan itu membeli bibitnya paling sedikit 5 ribu bibit untuk ditananam lagi di kampung ini,” kata Sururi menjelaskan.
Penanaman bibit itu, tentunya tak semudah yang diharapkan. Artinya setiap tahun dari jumlah yang ditanam hanya sekitar 50 persen saja yang mampu bertahan hidup. “Apa lagi kalau musim angin kencang, bibit-bibit bisa terseret ombak dan hilang, atau ada juga yang mati,” katanya.
Tercatat penanaman mangrove di wilayah pantai Tugu dilakukan sekitar tahun 2007, sebagai upaya menjaga terjangan abrasi. (*)