Menjembatani kedua belah pihak yakni teman-teman mahasiswa dan anak-anak di dusun untuk belajar bersama

Serat.id – Sejumlah anak muda di Kota Salatiga, Jawa Tengah membentuk relawan yang tergabung dalam Wanisinau yang bertugas bantu siswa tingkat SD sampai SMP melakukan pembelajaran secara tatap muka. Relawan Wanisinau dibentuk awalnya dari diskusi dengan sejumlah kepala dusun tentang keluh kesah orang tua terhadap anak-anak di dusunnya yang kebanyakan lebih asik dengan game online
“Dari keterangan orang tua mengatakan anak-anak secara jenjang pendidikan sudah tinggi tapi secara pemahaman belum semestinya,” kata salah satu relawan Wanisinau, Anifudin, kepada Serat.id, minggu, 12 September 2021
Di sisi lain relawan Wanisinau melihat ada kesan belajar daring yang padat dan membuat jenuh peserta didik. “Relawan Wanisinau bermaksud juga menjembatani kedua belah pihak yakni teman-teman mahasiswa dan anak-anak di dusun untuk belajar bersama,” kata Anifudin menambahkan.
Selain memfasilitasi anak-anak belajar, relawan Wanisinau berharap kegiatan itu memberikan pelajaran berharga untuk bagi relawan sendiri mengenai pendidikan anak ataupun metode mengajar asik dan lainnya, sebagai bekal untuk kehidupan relawan di masa mendatang.
Sedangkan pembelajaran dilakukan oleh relawan Wanisinau secara tatap muka bersama anak-anak dengan mengikuti protokol kesehatan berupa cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Anak-anak juga dibagi beberapa kelompok menurut kelas dan kemampuannya masing-masing. Kemudian model pembelajaran nya dengan mengkolaborasikan game dan belajar secara tematik.
“Inti dari cara mendidik di wanisinau adalah mencintai anak-anak dengan kasih sayang. Karena tanpa kasih sayang belajar tidak akan asik. Selain itu kami menanamkan kepada anak-anak bahwa belajar adalah bersenang-senang dengan ilmu pengetahuan,” kata Anifudin menjelaskan.
Hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan relawan bahwa pendidikan bisa dilakukan dimana saja, dan kapan saja. Belajar juga bukan hanya mengenai ilmu pengetahuan dan sekolah.
Arif Bagas Adi Satria salah satu relawan wani sinau dia mengatakan relawan pendidikan mengupas tentang pembelajaran-pembelajaran untuk anak-anak yang berada di dusun Bungas Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.
“Kegiatan itu lebih menitikberatkan pada pendidikan anak-anak karena hari ini melihat realita bahwa anak-anak sudah mengalami kemunduran dalam belajar,” kata Arif.
Menurut dia, pembelajaran yang dilakukan tidak seperti pembelajaran reguler yang ada di sekolah. “Kami menggunakan pendekatan – pendekatan semacam game dengan apa yang bisa dilihat di alam sekitar maka itu bisa jadi sebuah pembelajaran,” kata Arif menjelaskan. (*)