“Anak-anak yang ikut mudik bersama orang tuanya perlu mendapat perhatian khusus karena mereka rentan terpapar penyakit atau keletihan,”

Serat.id – Pemerintah diminta memperhatikan kondisi pemudik anak-anak dalam perjalanan mudik Idulfitri tahun tahun 2022. Tercatat dari 85,5 juta calon pemudik, di antaranya terdapat anak-anak yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Anak-anak yang ikut mudik bersama orang tuanya perlu mendapat perhatian khusus karena mereka rentan terpapar penyakit atau keletihan,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher, dikutip dari laman dpr.go.id, Kamis, 28 April 2022
Netty mengatakan agar pemerintah memastikan adanya tempat istirahat dan klinik kesehatan untuk kondisi darurat setiap terminal, stasiun, bandara maupun rest area yang disinggahi banyak pemudik. “Agar tersedia tempat istirahat dan klinik kesehatan untuk kondisi darurat,” kata Netty menambahkan.
Berdasarkan survey Kementerian Perhubungan menyebutkan akan ada sekitar 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan. Netty juga minta para pemudik agar menyiapkan perbekalan yang memadai untuk kebutuhan anak-anak. Khusus pemudik dengan kendaraan roda dua, Netty meminta agar berhati-hati membawa anak-anak.
“Cuaca, polusi udara dan kemacetan jalan tentu tidak cocok untuk anak-anak dibawa berkendara dengan motor. Sebaiknya jangan membawa anak mudik dengan motor. Apalagi didudukkan di depan. Itu sangat berbahaya,” kata Netty menjelaskan.
Terkait protokol kesehatan, Netty meminta pemerintah melakukan pengetatan pengawasan pada para pemudik. Harus memastikan protokol kesehatan dijalankan secara disipilin termasuk mengawasi sejumlah tempat yang menjadi titik istirahat atau berhenti para pemudik seperti di rest area, tempat makan, fasilitas publik dan sebagainya.
“Jangan sampai mudik tahun ini jadi titik balik peningkatan kasus Covid-19 di tanah air,” kata Netty menegaskan. (*)