Lokasi yang akan ditambang adalah persawahan milik warga dan tanah bengkok yang mengandung banyak mata air yang menjadi sumber penghidupan

Serat.id – Ratusan warga Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang menghadang tim yang hendak meninjau lokasi rencana pertambangan untuk proyek strategis nasional atau PSN Bendungan Jragung. Warga membentangkan berbagai poster penolakan dan orasi.
“Penolakan warga Penawangan dilakukan karena lokasi yang akan ditambang adalah persawahan milik warga dan tanah bengkok yang mengandung banyak mata air yang menjadi sumber penghidupan warga,” perwakilan warga desa Penawangan Tugiyoni, Rabu 25 Mei 2022
Tugiyoni mengatakan penambangan juga dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan lingkungan Desa Penawangan untuk kedepannya. “Kami minta hentikan semua rencana penambangan di Desa Penawangan serta menolak Aktivitas peninjauan lokasi di Desa Penawangan yang akan dijadikan lokasi Tambang,” kata Tugiyoni menegaskan.
Tugiyoni mengatakan warga tak akan menjual sawah, berapapun harganya dengan cara menolak segala bentuk negosiasi dalam bentuk apapun. Pemerintah harus menyadari bahwa lokasi yang akan ditambang merupakan sumber penghidupan warga.
Staf advokasi dan kampanye Walhi Jawa Tengah, Adetya Pramandira mengatakan aksi yang dilakukan tersebut sebagai bukti warga memiliki hak untuk memperjuangkan lingkungan untuk generasi saat ini dan mendatang.
“Hal tersebut harus dihormati oleh semua orang, termasuk pemerintah,” kata Adetya .
Tercatat desa Penawangan yang akan dijadikan lokasi tambang berada cukup jauh dari lokasi tapak Bendungan Jragung kurang lebih 1o kilo meter. Rencana Lokasi yang akan ditambang seluas 51,78 hekatre yang semuanya merupakan sawah warga dan bengkok.
Penambangan ini merupakan buntut dari rencana pembangunan waduk Jragung yang membutuhkan material bahan urug, yang rencananya akan diambil dari Desa Panawangan. (*)