Jumat, Agustus 29, 2025
27.1 C
Semarang

Kementan dan FAO Ingatkan Peternak Ancaman Flu Burung Baru

Ilustrasi ayam. (Pixabay.com)

Serat.id- Kementerian Pertanian (Kementan) dan FAO ECTAD Indonesia mengingatkan para peternak akan ancaman pandemik di sektor perunggasan nasional.

Salah satunya yaitu temuan jenis virus flu burung baru di Indonesia, H9N2 yang bersifat low pathogenic avian influenza (LPAI) atau penyakit flu burung yang tidak membahayakan manusia, sejak awal tahun 2017 lalu. Virus ini dapat menurunkan produksi, terutama pada peternak ayam petelur hingga 70%.

Untuk itu Kementerian Pertanian bersama dengan FAO ECTAD Indonesia dan sejumlah lembaga lainnya telah mengambil sejumlah langkah aktif dalam mengendalikan flu burung termasuk aktivitas lain untuk mendorong para peternak menghasilkan produk unggas yang sehat bagi masyarakat.

Salah satunya melalui keikutsertaan dalam ajang tahunan Indolivestock yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4-6 Juli 2018.

“Kita menghadapi tantangan penurunan produksi telur akibat H9N2. Di sisi lain, kita juga kesulitan untuk memproduksi vaksin. Dahulu untuk virus flu burung jenis H5N1 (bersifat highly pathogenic), kita lebih mudah memproduksi vaksinnya. Tapi untuk virus H9N2 ini sulit untuk ditumbuhkan dan dibuatkan vaksin, tapi sangat merugikan peternak karena menurunkan produksi telur,” ujar Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping, dalam seminar perunggasan nasional di JCC Jakarta, 5 Juli 2018, sebagaimana rilis yang diterima Serat.

Selain H9N2, Fajar menjelaskan pihaknya juga mendapat banyak laporan terkait kematian terutama pada peternakan ayam broiler. “Muncul berbagai dugaan penyabab timbulnya kasus-kasus tersebut, apakah hanya karena infeksi tunggal dari suatu jenis penyakit atau melibatkan infeksi bersama dan permasalahan lainnya seperti manajemen pakan, vaksinasi, biosekuriti dan sebagainya,” imbuhnya.

Penggunaan Antibiotik Growth Promotor

Fajar mendorong para peternak agar bisa memperbaiki pengelolaan kandang, sebagai usaha terbaik untuk mencegah infeksi virus dan kuman pada unggas. “Perhatiaan kami yang lain, yaitu terkait penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan (antibiotic growth promotor/AGP) di sektor perunggasan. Ini sudah dilarang, di seluruh dunia dan kami sudah yakinkan para peternak bahwa AGP hanya memberi keuntungan jangka pendek, tapi sangat merugikan untuk jangka panjang,” jelasnya.

FAO ECTAD Indonesia Team Leader, James McGrane menegaskan, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, menjadi perhatian serius di seluruh dunia karena menyebabkan resistensi antimikroba. Tidak hanya pada sektor kesehatan manusia, tapi juga pada sektor pertanian di mana penggunaan antibiotik di sektor tersebut masih sulit untuk dikendalikan.

“Jika kita tidak melakukan sesuatu, diperkirakan kematian manusia akibat infeksi yang tidak bisa disembuhkan karena kuman yang resisten dapat mencapai 10 juta jiwa pada 2050,” jelasnya.

Untuk itu, tambah James, melalui program EPT2 yang didanai oleh USAID, FAO ECTAD mendorong peningkatkan kapasitas pemerintah Indonesia dalam menghadapi dan mencegah ancaman pandemik termasuk resistensi antimikroba. (ALI)

Hot this week

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Topics

Jurnalis MNC Terluka Usai Meliput Aksi di Grobogan, AJI Semarang: Polda Jateng Harus Usut Tuntas Kasus Ini

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam keras aksi pembacokan...

Robig Penembak Mati Gamma Resmi Dipecat

Illustrasi sidang Robig Zainudin di Mapolda Jawa Tengah pada...

Lima Mahasiswa Aksi Hari Buruh Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Negeri Semarang

Kelima mahasiswa saat sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan...

Puluhan Warga Pati Terluka, Sebagian Terkena Selongsong Peluru

Massa aksi saat melakukan protes kenaikan PBB sebesar 250...

Saparan di Kopeng, Tradisi Ucap Syukur Kepada Alam

Festival Budaya Kulon Kayon di dusun Sleker, Desa Kopeng,...

Robig Divonis 15 Tahun Penjara, LBH Semarang: Polri Harus Memecatnya

Suasana Sidang Robig Zainudin di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat,...

Komunitas Sastra di Kendal Kembali Gelar KCA 2025

Beberapa komunitas sastra di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah kembali...

Ini Desakan Koalisi Advokat Progresif Indonesia Terkait RUU KUHAP

Koalisi Advokat Progresif Indonesia (KAPI) menyoroti sejumlah pasal dalam...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img